-
-
-
-
-
Misteri kematian Sumarna (42), satpam yang ditemukan mengambang dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memang belum sepenuhnya terungkap. Meski begitu, penyidik kabarnya telah memeriksa sedikitnya 16 orang sebagai saksi dari peristiwa ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara. Berdasarkan pemeriksaan para saksi, tentu nanti akan muncul beberapa kemungkingan di balik peristiwa yang menewaskan Sumarna.
"Kita sudah melakukan hipotesa atau beberapa kemungkinan. Sudah banyak kemungkinan yang kita kumpulkan itu kami dalami lebih lanjut," ungkap Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara dilansir dari Kompas TV.
Di sisi lain, penyidik sempat mengungkap adanya dugaan persoalan keuangan yang tengah dihadapi korban sebelum meninggal dunia. Walau begitu, Made masih akan mendalami masalah ini lebih detail.
"Terkait dengan permasalahan yang ada di korban (sedang didalami)," ujar AKP I Made Purwantara.
Sementara itu, masalah keuangan ini sempat disinggung oleh Kepala Desa setempat saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurut kepala desa, Sumarna yang menjabat sebagai komandan regu (Danton) Linmas dipercaya untuk memegang Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP). Uang itu digunakan sebagai pengganti uang Siltap untuk pembayaran BPJS Ketenagakerjaan anggota Linmas.
"Uang BPJS itu dititip ke kalau Linmas ke Danton, saya umumkan bahwa uang itu udah dibayarkan, uang ganti BPJS Ketenagakerjaan itu udah dibayarkan tapi dititipkan ke kepalanya," ungkap kades.
Namun, hingga peristiwa pembunuhan terjadi, dana dengan total Rp1.050.000 tersebut belum sempat dibagikan kepada anggota Linmas lainnya. (ND)





