Keluarga meminta jasad Presenter TVRI Papua Barat, Yanto, diautopsi untuk mengungkap dugaan kejanggalan pada tubuh Yanto. Ia sebelumnya ditemukan tewas di Air Terjun Danau Anggi Gida, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Senin (27/7) pagi sekitar pukul 11.05 WIT.
Kuasa hukum keluarga, Yan Christian Warinussy, mengatakan keluarga memutuskan untuk melakukan autopsi karena dokter mengungkap sejumlah kejanggalan pada tubuh Yanto yang melakukan visum di RSUD Manokwari.
"Saat proses visum, dokter yang memeriksa menyampaikan menemukan beberapa titik pada tubuh korban. Dokter menyarankan dilakukan autopsi agar penyebab pasti kematian dapat diketahui. Atas dasar rekomendasi itulah keluarga meminta autopsi," ujar Yan, Rabu (29/7).
Untuk keperluan tersebut, keluarga telah berkoordinasi dengan RS Bhayangkara Polda Papua Barat guna menyiapkan dokter forensik dari Jayapura yang dijadwalkan tiba pada Kamis (30/7).
Yan berharap hasil autopsi nantinya dapat menjadi alat bukti penting bagi penyidik Polres Pegunungan Arfak (Pegaf) dalam menentukan langkah penanganan perkara, termasuk kemungkinan meningkatkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan apabila ditemukan unsur pidana.
Selain meminta autopsi, tim kuasa hukum juga mendesak kepolisian segera menggelar reka ulang di tempat kejadian perkara (TKP) serta mendalami sejumlah fakta awal yang dinilai memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Lebih lanjut, Yan juga mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap tewasnya Yanto.
"Unggahan di media sosial kita anggap itu perhatian yang merespons kematian yang tanda petik kematian yang tidak wajar. Tetapi kita percayakan penuh kepada pihak yang berwajib," ucapnya.
Sempat Hilang di Arfak Papua Ditemukan MeninggalSetelah sembilan hari dilakukan pencarian, presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway akhirnya ditemukan di kawasan Air Terjun Danau Anggi Gida.
Pencarian tersebut melibatkan relawan, masyarakat, serta aparat gabungan. Kepala Kampung Septer Towansiba yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Relawan Yanto turut memimpin proses pencarian.
Sebelum pencarian dimulai, tim terlebih dahulu melaksanakan prosesi adat Arfak. Setelah prosesi adat selesai, pencarian dilanjutkan di kawasan Air Terjun Danau Anggi Gida.
Sekitar dua jam setelah pencarian dimulai, korban pertama kali ditemukan oleh John Saroi di lokasi kejadian (TKP). Tim kemudian memastikan keberadaan korban dan melakukan pengamanan lokasi sebelum proses evakuasi.
Korban ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi awal korban diduga terjatuh dan terseret arus.
"Korban telah ditemukan dan berhasil dievakuasi. Kodim Pegaf, Polres Pegaf, dan masyarakat terlibat dalam pencarian serta proses evakuasi," kata Kepala Kantor SAR Manokwari Yefri Sabaruddin melalui keterangannya, Senin (27/7).





