Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan kendaraan niaga di Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini. Di tengah persaingan yang semakin ketat, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memilih memperkuat layanan purnajual sebagai strategi utama untuk menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus mempertahankan pelanggan.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Isuzu selama semester I-2026 mencapai 13.300 unit atau naik 18,89% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 11.186 unit.
Penjualan Isuzu Traga pada semester I-2026 naik 27,66% menjadi 6.213 unit dari 4.867 unit pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan ELF meningkat 19,23% menjadi 5.537 unit dari 4.644 unit, sementara Giga tetap mencatat pangsa pasar sebesar 15,2%. Adapun pangsa pasar Traga mencapai 4,4% dan ELF sebesar 49%.
Direktur Solusi Bisnis dan LCV Business PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Anjar Rosjadi mengatakan, berbeda dengan mobil penumpang, kendaraan niaga merupakan aset yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Karena itu, perusahaan kini lebih fokus memastikan kendaraan pelanggan tetap beroperasi dibanding hanya menjual unit baru.
"Truk dan kendaraan niaga merupakan aset produktif yang menopang kegiatan bisnis pelanggan, makanya uptime menjadi sesuatu yang penting," kata Anjar di GIIAS 2026, Rabu (29/7/2026).
Setiap kendaraan yang berhenti beroperasi akan berdampak langsung terhadap aktivitas bisnis pelanggan. Karena itu, Isuzu mengubah pendekatan layanan purnajual agar armada konsumen bisa bekerja semaksimal mungkin.
Caranya Isuzu memperluas jaringan layanan purnajual di berbagai daerah. Saat ini perusahaan memiliki 129 outlet 3S (sales, service, spare parts), empat Part Depot di Makassar, Medan, Palembang, dan Pontianak, 165 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI), serta 2.167 Part Shop.
Ekspansi jaringan tersebut ikut mendongkrak aktivitas layanan. Sepanjang semester I-2026, jumlah kendaraan yang masuk bengkel (unit entry) meningkat sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, perusahaan juga menawarkan kontrak servis bagi pelanggan armada. Skema tersebut memberikan kepastian biaya perawatan sekaligus membantu mengurangi dampak kenaikan harga suku cadang melalui paket layanan yang lebih kompetitif. Produktivitas kendaraan juga dipengaruhi kedisiplinan pelanggan dalam menjalankan perawatan berkala, pengelolaan armada, hingga perilaku pengemudi.
Tahun ini Isuzu juga menambah armada Bengkel Isuzu Berjalan dari 140 unit menjadi 166 unit. Penambahan 22 unit tersebut menelan investasi sekitar Rp 400 juta per unit atau sekitar Rp 8 miliar.
"Fokus kami bukan hanya menjual kendaraan, tetapi memastikan bisnis pelanggan tetap beroperasi. Karena ketika kendaraan berhenti, bisnis pelanggan juga ikut terganggu," ujarnya.
(dce) Add as a preferred
source on Google




