JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan ada 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan dibangun.
Zulhas menyebut saat ini terdapat lebih dari 13.000 titik SPPG dengan kondisi yang beragam, mulai dari yang telah selesai dibangun hingga yang masih dalam tahap pembangunan sekitar 80 persen.
BACA JUGA:Tak Hanya Atasi Stunting, Menkes Sebut Program MBG Bisa Selesaikan Masalah Kesehatan
"Ada titik baru jumlahnya 13.000 lebih. Ada yang sudah dibangun, ada yang sudah jadi, ada yang baru 80 persen. Itu nasibnya bagaimana? Kita bagi dua," kata Zulhas dalam rapat koordinasi Program MBG di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurutnya, pemerintah akan memprioritaskan penyelesaian SPPG di wilayah tertinggal dengan prevalensi stunting tinggi, seperti Papua Pegunungan, wilayah Papua lainnya, serta Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Yang daerah tertinggal, yang stunting-nya tinggi, kalau di peta itu merah, itu prioritas. Misalnya Papua Pegunungan, NTT. Nah ini kita akan selesaikan sebulan ini," ujarnya.
BACA JUGA:Balsa Jelaskan Selebrasi Dua Jari Kala Persib Lolos Semifinal Piala Presiden Kalahkan DPMM FC 1-0
Sementara itu, sebagian besar titik SPPG lainnya yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan sejumlah daerah 3T akan diselesaikan secara bertahap dalam waktu sekitar dua bulan.
"Nah sebagian besar itu kita perlu waktu dua bulan. Ada di Sumatera, ada di Jawa, juga daerah 3T. Yang sangat penting seperti di Papua Pegunungan, NTT dan lain-lain kita selesaikan satu bulan, sisanya dua bulan," jelas Zulhas.
Ketua Umum PAN ini meminta para pihak yang terlibat dalam pembangunan maupun pengelolaan SPPG bersabar menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait skema penyelesaian tersebut.
"Teman-teman yang bergerak di bidang ini, kalau sudah membaca pengumuman nanti harap memahami. Jadi enggak usah datang lagi atau demo lagi. Bentuk penyelesaiannya nanti akan kami jelaskan berikutnya," kata Zulhas.





