AS dan Arab Saudi Serang Kelompok Pro-Iran di Irak, 20 Orang Meninggal

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Sedikitnya 20 personel Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF) meninggal dan 32 lainnya terluka dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi di sejumlah wilayah Irak, Selasa (28/7/2026).

Operasi tersebut menyasar markas kelompok yang diklaim didukung Iran.

PMF menyatakan, serangan menghantam fasilitas mereka di Provinsi Baghdad, Wasit, Nineveh, Basra, Kirkuk, Karbala, dan Diyala.

Selain menimbulkan korban jiwa, serangan itu mengakibatkan kerusakan parah pada markas, kendaraan militer, dan peralatan kelompok tersebut.

Ledakan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah, termasuk Basra dan Wasit di selatan Baghdad. Komando PMF di Basra menyebut markas mereka diserang sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Tim khusus masih melakukan pemeriksaan untuk menghitung kerusakan dan memastikan jumlah korban.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengatakan, operasi itu melibatkan jet tempur AS dan Arab Saudi yang menargetkan fasilitas logistik serta persenjataan kelompok pro-Iran.

“Komando Pusat AS dan Angkatan Bersenjata Arab Saudi melakukan serangan presisi di Irak pada 28 Juli terhadap kelompok teroris yang bersekutu dengan Iran dan diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menyerang pasukan AS serta infrastruktur energi Arab Saudi,” kata CENTCOM dalam pernyataan pers yang dikutip Antara dari Anadolu, Rabu (29/7/2026).

Menurut CENTCOM, operasi militer tersebut merupakan respons terhadap lebih dari 30 serangan drone yang dilancarkan IRGC Iran dalam 72 jam sebelumnya. Drone itu disebut menargetkan pasukan AS.

“Serangan-serangan yang tidak beralasan terhadap pasukan AS tersebut tidak berhasil,” tegas CENTCOM.

CENTCOM juga mengklaim kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Irak melakukan lebih dari 600 upaya serangan terhadap warga negara dan fasilitas AS sepanjang Februari hingga April.

“IRGC dan kelompok-kelompok proksinya yang berstatus teroris harus menghentikan serangan-serangan ini untuk menghindari respons militer AS lebih lanjut,” tambahnya.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan serangan bersama itu dilakukan setelah fasilitas minyak kerajaan mendapat serangan dari wilayah Irak. Pemerintah Saudi mengacu pada Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengatur hak suatu negara untuk membela diri.

Arab Saudi dan AS menyebut operasi tersebut sebagai “serangan yang tepat dan terarah” terhadap target yang berkaitan dengan serangan ke infrastruktur energi Saudi.

“Kerajaan menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan eskalasi, tetapi akan merespons setiap agresi yang dihadapinya,” tambah kementerian tersebut.

Sementara itu, Otoritas Irak masih memantau perkembangan situasi serta menilai dampak serangan tersebut. (ant/ham/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesan Prabowo ke Lulusan IPDN: Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit hingga Korupsi
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Menkes Sebut BGN Buka SPPG di Daerah Stunting Tinggi Sebelum 5 Agustus
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Jika Dikabulkan Hakim, Roy Suryo Akan Sumbangkan Ganti Rugi Rp206 Juta ke Yayasan Sosial
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Keisya Levronka Ungkap Alasan Ketagihan Main Film Beda Banget dengan Jadi Penyanyi
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Tim gabungan Polda Metro Jaya tangkap dua pelaku curanmor di Jakut
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.