Wamenperin dorong industri tekstil nasional perkuat daya saing global

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Bandung (ANTARA) - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mendorong industri tekstil nasional agar memperkuat daya saing melalui restrukturisasi perusahaan, peningkatan investasi, serta pemanfaatan teknologi agar mampu bersaing dengan pasar global.

Faisol mengatakan penguatan industri tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi, tetapi juga harus didukung investasi, riset dan pengembangan serta adopsi teknologi modern.

“Harus ada satu langkah yang mungkin kami akan inisiasi supaya persatuan industri ini bisa lebih kuat dan fokus kepada beberapa modal produksi yang saya kira bisa kita lakukan, termasuk mulai dari alur investasi dan teknologi. Ini semua harus didorong oleh persatuan industri tekstil,” kata Faisol di Bandung, Rabu.

Menurut dia, salah satu tantangan utama yang dihadapi industri tekstil saat ini adalah meningkatkan kapasitas perusahaan agar lebih kompetitif di pasar global.

Ia menilai kolaborasi yang lebih kuat antar pelaku industri diperlukan untuk mempercepat transformasi sektor tekstil nasional agar mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Dia menambahkan pemerintah juga mendorong restrukturisasi perusahaan tekstil sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Baca juga: Wamenperin nilai industri tekstil kokoh hadapi gejolak rupiah

Baca juga: Menkeu: Pemerintah berencana beri insentif dukung industri padat karya

Selain restrukturisasi, kata Faisol, pemerintah telah menyiapkan berbagai program dukungan bagi industri padat karya, termasuk sektor tekstil, melalui skema pembiayaan dan sejumlah insentif yang saat ini masih dibahas bersama para pelaku usaha.

“Sudah dilakukan. Ada program dan kredit untuk industri padat karya, ada juga insentif lain yang harus dipersiapkan. Akan kita bahas dulu termasuk dengan para pelaku usaha,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kementerian Perindustrian Wulan Aprilianti Permatasari mengatakan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi sekaligus meningkatkan daya saing industri tekstil nasional.

Menurut dia, perkembangan industri yang semakin dinamis menuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, terutama dalam penguasaan teknologi dan inovasi.

“SDM dipersiapkan sebaik-baiknya dengan level pendidikan sarjana terapan. Mereka harus mengaplikasikan teknologi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan industri, sehingga mampu menguasai teknologi untuk inovasi di bidang tekstil,” kata Wulan.

Ia menambahkan, selain penguasaan teknologi, sertifikasi kompetensi nasional maupun internasional juga perlu diperkuat agar lulusan vokasi tekstil memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan industri di dalam maupun luar negeri.

Baca juga: Mendag yakin ekosistem tekstil nasional kuat hadapi tantangan global

Baca juga: Menperin yakin industri tekstil RI masuk fase "sunrise"


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 Manfaat Me Time bagi Kesehatan Mental
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kejari Surabaya Serahkan Barang Bukti Senilai 9 Miliar Hasil TPPU Judi Online
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Viral Pelajar Bersajam Diduga Tawuran di PIK Jakut, Polisi Selidiki
• 8 jam laludetik.com
thumb
Prediksi PSMS Vs Persebaya di Piala Presiden 2026: 3 Poin demi Tiket Semifinal
• 13 jam lalubola.com
thumb
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Optimalkan Kebijakan Moneter dan Likuiditas di Sektor Keuangan
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.