Cerita Satpam Bundaran HI Diajak Ketemu KDM, Sempat Curiga Ditipu lalu Minta Video Call

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Satpam proyek konstruksi MRT di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Fiktor Harefa (27), mengungkapkan momen dirinya diundang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM usai insiden cekcok dengan polisi pengemudi Alphard.

Ketika pertama kali dihubungi staf KDM pada Sabtu (25/7/2026) pagi, Fiktor rupanya sempat mengira undangan pertemuan tersebut adalah modus penipuan.

"Pagi-pagi kan stafnya WA saya. Saya bingung, kaget, saya pastikan dulu ini dari siapa. Terus saya minta kepastian kalau benar-benar ini dari Bapak KDM, dari stafnya, karena saya takut penipuan kan," kata Fiktor saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon, Rabu (29/7/2026).

Baca juga: Kesulitan Melamar Kerja karena Gaptek, Evi Akan Dibantu Pemkot Jaktim Dapatkan Pekerjaan

Ia akhirnya percaya bahwa yang mengundangnya adalah orang nomor satu di Jawa Barat setelah melakukan panggilan video atau video call secara langsung.

"Setelah itu saya minta video call sama beliaunya juga langsung, memastikan kalau benar apa enggak, eh ternyata benar Pak Dedi," ungkap Fiktor.

Setelahnya, Fiktor langsung memenuhi undangan KDM dan bertolak dari Jakarta menuju Bandung, Jawa Barat, seorang diri pada Sabtu siang.

Dalam pertemuan di Bandung, Fiktor mengaku mendapat sambutan dan apresiasi.

Ia menyebut KDM mengapresiasi ketegasan dan keberaniannya saat menegur oknum polisi yang menerobos pelican crossing di Bundaran HI.

"Waktu di sana diapresiasi katanya keberanian saya, harus tetap seperti itu membela hak pejalan kaki," tutur Fiktor.

Tak hanya itu, Fiktor juga mengaku ditawari pekerjaan sebagai petugas keamanan di Kantor Gubernur Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung.

Baca juga: Bangunan Indekos 6 Lantai di Gambir Jakpus Disegel karena Langgar Aturan Ketinggian

"Terus ditawari juga kerja pindah ke Gedung Sate katanya, pindah ke Bandung. Tapi terus saya bilang saya mikir dulu, akhirnya saya tetap di Jakarta saja," jelasnya.

Fiktor menjelaskan, Dedi Mulyadi mengundangnya untuk bertemu karena dirinya pernah tinggal di Cimahi, Jawa Barat, sejak 2019 hingga 2024.

"Jadi memang saya itu ada keluarga yang di Bandung, kakak saya, tepatnya di Cimahi sih. Nah, saya juga dulu tinggal di sana, dari tahun 2019 tuh, tahun 2024 baru saya menetap ke Jakarta. Tapi kalau orangtua saya masih di kampung, di Nias (Sumatera Utara)," tuturnya.

Bertahan di Jakarta

Meski tawaran tersebut sangat menggiurkan, Fiktor akhirnya memantapkan hati untuk menolak tawaran tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia memutuskan untuk tetap menjalani profesinya saat ini sebagai Komandan Regu (Danru) tim pengamanan proyek MRT di area depan Plaza Indonesia dan Hotel Pullman, Jakarta Pusat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kesejahteraan Guru dan Dosen Kunci Wujudkan Generasi Emas
• 10 jam laludetik.com
thumb
Berkas Perkara Dokter Tifa Kembali Dilimpahkan, Sidang Akan Digelar 6 Agustus 2026
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Momen Puting Beliung Terjang Kerinci, Jambi: 29 Rumah Rusak, Atapnya Terlepas
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Momen US Navy Bertemu Seragam Putih Abu di Matauli
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Ibu di Lampung Melahirkan di Mobil Saat Dibawa ke Puskesmas
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.