JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino masih akan bertahan hingga Oktober 2026 dan berpotensi berlanjut hingga awal 2027.
Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau di Indonesia berlangsung lebih panjang, lebih kering, bahkan berpotensi menjadi lebih ekstrem.
Sekretaris Utama BMKG yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, berdasarkan hasil analisis BMKG, saat ini El Nino berada pada kategori kuat dan masih berpeluang meningkat menjadi sangat kuat dalam beberapa bulan ke depan.
"Jadi untuk perkembangan saat ini El Nino itu berada pada kategori kuat dan berpotensi mencapai sangat kuat. Fenomena ini diperkirakan nantinya bertahan hingga Oktober bahkan berlanjut ke awal 2027," kata Guswanto dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: BMKG: El Nino 2026 Sudah Aktif dan Berpotensi Sangat Kuat, Prabowo Perintahkan Langkah Antisipasi
Dia mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa El Nino berbeda dengan musim kemarau.
Menurutnya, El Nino merupakan fenomena iklim global yang terjadi akibat pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah atau wilayah Nino 3.4.
Sementara musim kemarau merupakan siklus tahunan yang secara normal terjadi di Indonesia dan dipengaruhi pola angin muson, khususnya muson timur yang bertiup dari Australia.
"Kalau El Nino itu sendiri sebenarnya adalah fenomena iklim global, sedangkan musim kemarau adalah siklus tahunan normal di Indonesia yang dipengaruhi angin muson," ujarnya.
Meski berbeda, kedua fenomena tersebut dapat saling memperkuat apabila terjadi secara bersamaan.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- El Nino 2026
- BMKG
- musim kemarau 2026
- El Nino
- musim kemarau
- El Nino sampai kapan





