Aksi Tendangan Kungfu Mewarnai Laga Piala Soeratin U-17 di Pati Viral, Seorang Pemain Dilarikan ke Rumah Sakit

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Sebuah aksi tendangan kungfu dilakukan oleh pesepakbola yang mengikuti ajang Piala Soeratin U-17 di Pati, Jawa Tengah.

Tendangan ini viral lantaran bukan bola yang menjadi targetnya, melainkan terkena pemain lain.

Baca Juga :
Kapolri Resmi Naikkan Pangkat 4 Jenderal Jadi Komjen, Ini Nama-namanya
Sudewo Didakwa Terima Rp 2,4 Miliar Hasil Palak Calon Perangkat Desa di Pati

Rekaman video yang menampilkan aksi tendangan itu beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @semarangupdates.

Pertandingan Piala Soeratin U-17 antara BJL 2000 dan Safin Pati Sports School yang berlangsung di Lapangan Gelora Bung Karno, pada Senin (27/7/2026) ini sempat diwarnai kericuhan di lapangan.

Dalam video tersebut, terlihat seorang pemain berseragam terang secara tiba-tiba berlari dari luar lapangan dan melayangkan tendangan keras ke arah pemain lawan yang mengenakan jersey berwarna gelap.

Tendangan kungfu mewarnai ajang Piala Soeratin U-17 di Pati
Photo :
  • Instagram @semarangupdate

Aksi tersebut membuat wasit mengambil langkah tegas untuk memberinya kartu merah dan keluar dari lapangan.

Laga yang sempat diwarnai kericuhan ini berakhir imbang dengan skor 1-1. 

Akibat dari tendangan kungfu tersebut, korban bernama Rama Jangkar yang merupakan pemain BJL 2000 harus menjalani perawatan di rumah sakit lantaran mengalami patah tulang.

Pernyataan Resmi

Atas kejadian tersebut, Safin Pati Sports School mengeluarkan pernyataan resmi yang berisi permintaan maaf terhadap korban, tim BJL 2000 dan PSSI.

“Atas nama manajemen dan keluarga besar Safin Pati Sports School, kami menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada Mas Rama Jangkar, keluarga besar tim BJL 2000, PSSI selaku federasi sepakbola di Tanah Air, dan seluruh pecinta sepakbola.

Pihaknya menyatakan tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan dalam sepakbola. Dengan adanya kejadian ini, Safin Pati sangat menyesal dan memutuskan untuk memberi sanksi disiplin berat kepada pemain tersebut.

“Atas insiden yang terjadi, pihak sekolah memutuskan untuk memberikan hukuman disiplin berat dengan mengembalikan pembinaan kepada orang tuanya. Peristiwa ini juga menjadi evaluasi penting agar tidak terulang di masa mendatang,”

Kemudian, klub tersebut menyatakan akan bertanggung jawab dalam membantu proses pengobatan korban hingga pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala.

(kmr)

Baca Juga :
Gara-gara Tak Diberi Uang, Pria di Pati Nekat Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
Tendangan Kungfu di EPA Jadi Alarm Keras, I.League Siapkan Hukuman Lebih Tegas
Kemensos Bantu Korban Pelecehan Seksual di Pati Lewat Rehabilitasi hingga Bantuan Hukum

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gugatan Legalisasi Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Bawa 26 Alat Bukti di Persidangan
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Ragam Kendaraan Terbaru Ditampilkan dalam GIIAS 2026
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Lewat Pintu Belakang dan Perdana Sejak Perang Iran, Apa yang Dibicarakan Trump dan Netanyahu?
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
All New Kia Seltos Resmi Dijual di GIIAS 2026, Varian Termurah Rp359 juta
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
BMKG Ungkap Modifikasi Cuaca Efektif Tambah Curah Hujan hingga 40 Persen Sepanjang 2026
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.