Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya membekali Tim Ekspedisi Patriot 2026 dengan strategi pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) agar potensi kawasan transmigrasi dapat dipetakan secara lebih terarah dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data.
Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai metodologi pemetaan potensi lokal, identifikasi subsektor unggulan, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan kawasan yang mengacu pada Rencana Induk Ekonomi Kreatif Nasional (Rindekraf) 2026–2045.
“Tim Ekspedisi Patriot bertugas mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif unggulan, memetakan kebutuhan penguatan ekosistem, serta menyusun rekomendasi pengembangan yang dapat ditindaklanjuti bersama Kementerian Ekraf dan Kementerian Transmigrasi. Dengan demikian, program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah," ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima, Rabu.
Menekraf menekankan setiap kawasan transmigrasi memiliki karakteristik dan potensi ekonomi kreatif yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi daerah.
Menekraf juga memperkenalkan tiga program unggulan Kementerian Ekraf, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia sebagai instrumen untuk menindaklanjuti hasil pemetaan di lapangan. Selain itu, tim dibekali pendekatan kolaborasi heksaheliks dan pemahaman terhadap 21 subsektor ekonomi kreatif agar mampu merancang strategi pengembangan yang berdampak bagi masyarakat.
Baca juga: Pemerintah tetapkan Rindekraf 2026-2045 sebagai peta jalan ekraf
Menurutnya, hasil pemetaan tidak hanya berfokus pada identifikasi subsektor unggulan, tetapi juga kebutuhan penguatan ekosistem berdasarkan delapan pilar pengembangan ekonomi kreatif. Rekomendasi yang disusun nantinya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mempercepat terwujudnya kawasan transmigrasi yang lebih maju dan mandiri.
Selain itu, Menekraf menambahkan sebanyak 1.230 akademisi dan talenta muda dari jenjang sarjana hingga doktor bersama 246 ketua tim dari 10 perguruan tinggi yang menjadi Tim Ekspedisi Patriot, dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, lebih dari separuh tenaga kerja ekonomi kreatif berasal dari kelompok milenial dan Generasi Z yang dinilai memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta semangat kewirausahaan.
"Melalui Ekspedisi Patriot, kami ingin mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pencipta lapangan kerja. Kreativitas yang dimiliki harus mampu diolah menjadi nilai tambah ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah transmigrasi," kata Riefky.
Ke depan, rekomendasi Tim Ekspedisi Patriot akan menjadi salah satu acuan pelaksanaan program prioritas Kementerian Ekonomi Kreatif di kawasan transmigrasi, mulai dari penguatan kapasitas talenta dan pelaku ekonomi kreatif hingga perluasan akses pasar produk kreatif ke tingkat nasional maupun global.
Baca juga: Kemenekraf-Kemendiktisaintek perkuat ekosistem kreatif lewat Rindekraf
Dalam pembekalan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai metodologi pemetaan potensi lokal, identifikasi subsektor unggulan, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan kawasan yang mengacu pada Rencana Induk Ekonomi Kreatif Nasional (Rindekraf) 2026–2045.
“Tim Ekspedisi Patriot bertugas mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif unggulan, memetakan kebutuhan penguatan ekosistem, serta menyusun rekomendasi pengembangan yang dapat ditindaklanjuti bersama Kementerian Ekraf dan Kementerian Transmigrasi. Dengan demikian, program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah," ujar Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima, Rabu.
Menekraf menekankan setiap kawasan transmigrasi memiliki karakteristik dan potensi ekonomi kreatif yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi daerah.
Menekraf juga memperkenalkan tiga program unggulan Kementerian Ekraf, yakni Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia sebagai instrumen untuk menindaklanjuti hasil pemetaan di lapangan. Selain itu, tim dibekali pendekatan kolaborasi heksaheliks dan pemahaman terhadap 21 subsektor ekonomi kreatif agar mampu merancang strategi pengembangan yang berdampak bagi masyarakat.
Baca juga: Pemerintah tetapkan Rindekraf 2026-2045 sebagai peta jalan ekraf
Menurutnya, hasil pemetaan tidak hanya berfokus pada identifikasi subsektor unggulan, tetapi juga kebutuhan penguatan ekosistem berdasarkan delapan pilar pengembangan ekonomi kreatif. Rekomendasi yang disusun nantinya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mempercepat terwujudnya kawasan transmigrasi yang lebih maju dan mandiri.
Selain itu, Menekraf menambahkan sebanyak 1.230 akademisi dan talenta muda dari jenjang sarjana hingga doktor bersama 246 ketua tim dari 10 perguruan tinggi yang menjadi Tim Ekspedisi Patriot, dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, lebih dari separuh tenaga kerja ekonomi kreatif berasal dari kelompok milenial dan Generasi Z yang dinilai memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta semangat kewirausahaan.
"Melalui Ekspedisi Patriot, kami ingin mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pencipta lapangan kerja. Kreativitas yang dimiliki harus mampu diolah menjadi nilai tambah ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah transmigrasi," kata Riefky.
Ke depan, rekomendasi Tim Ekspedisi Patriot akan menjadi salah satu acuan pelaksanaan program prioritas Kementerian Ekonomi Kreatif di kawasan transmigrasi, mulai dari penguatan kapasitas talenta dan pelaku ekonomi kreatif hingga perluasan akses pasar produk kreatif ke tingkat nasional maupun global.
Baca juga: Kemenekraf-Kemendiktisaintek perkuat ekosistem kreatif lewat Rindekraf





