UEFA: Banyak pihak tolak rencana FIFA jual saham Piala Dunia

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Penolakan Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) terhadap rencana FIFA menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta terus meluas.

"Setelah berdiskusi dengan banyak pemangku kepentingan di seluruh dunia sepak bola, UEFA mengetahui terdapat penolakan yang signifikan dan terus berkembang terhadap skema FIFA tersebut," demikian pernyataan resmi UEFA melalui media sosial mereka pada Rabu.

Penolakan itu dilatarbelakangi anggapan penjualan saham Piala Dunia akan lebih menguntungkan segelintir pihak dibanding perkembangan sepak bola.

UEFA menegaskan FIFA tidak bisa terus menggunakan sepak bola untuk memperkaya diri mereka sendiri dan sekelompok pihak.

"Kita bisa mengembangkan sepak bola dengan cara yang benar. Sudah saatnya memprioritaskan asosiasi, klub, liga, pemain, dan suporter," tulis UEFA.

UEFA juga menyoroti langkah FIFA yang disebut memberikan tenggat waktu kepada asosiasi-asosiasi anggotanya untuk mendukung proposal tersebut. Menurut UEFA, asosiasi yang tidak memberikan dukungan berisiko kehilangan tawaran pembayaran satu kali dari FIFA.

Baca juga: UEFA kecam keras usulan FIFA soal investasi swasta untuk Piala Dunia

"Hari ini kami mengetahui adanya tenggat waktu dari FIFA kepada asosiasi untuk mendukung proposal mereka atau tawaran pembayaran satu kali itu akan ditarik. Hal itu sudah menjelaskan segalanya mengenai rencana itu," demikian pernyataan UEFA.

Sikap tersebut merupakan pernyataan lanjutan UEFA setelah mengecam keras rencana FIFA menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta.

UEFA menilai jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang dapat diperjualbelikan, terlebih tanpa transparansi mengenai pihak-pihak yang akan memperoleh keuntungan finansial.

Kontroversi tersebut mencuat setelah laporan The Times menyebut Presiden FIFA Gianni Infantino tengah mengkaji penjualan saham dalam kompetisi-kompetisi utama FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub, melalui pembentukan perusahaan baru yang akan mengelola turnamen-turnamen tersebut.

Sementara itu, FIFA menyatakan skema tersebut bertujuan meningkatkan pendanaan pengembangan sepak bola hingga lebih dari 10 miliar dolar AS, dengan syarat memperoleh persetujuan dari asosiasi-asosiasi anggota FIFA.

Baca juga: UEFA tanggapi kasus Folarin Balogun: Kredibilitas kompetisi dirusak


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
“Bank Ayah-Ibu”: Ketika Kepemilikan Rumah Makin Ditentukan Warisan, Bukan Kerja
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kronologi Videotron Melawi Tayangkan Konten Tak Senonoh di Ruang Publik, Diskominfo Menduga Ada Indikasi Akses Ilegal dalam Sistem
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Menteri HAM Kritik Sayembara Tangkap Begal, KDM: Terima Kasih Pak Pigai
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Shin Tae-yong Akui Pemain Asing Persija Belum Punya Chemistry
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM, Pemerintah Pastikan Pasokan Tetap Aman | KOMPAS SIANG
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.