VIVA – Aksi kerusuhan hingga tendangan kungfu dari seorang pesepakbola menodai jalannya laga Piala Soeratin U-17 di Pati.
Tendangan kungfu yang mengenai salah satu pemain itu terekam kamera hingga viral di media sosial.
Rekaman video kerusuhan tersebut menjadi sorotan publik, tayangan aksi tersebut diunggah oleh salah satu akun Instagram @semarangupdate.
Kerusuhan berlangsung saat pertandingan Piala Soeratin U-17 antara BJL 2000 dan Universitas Safin Pati FC di Lapangan Gelora Bung Karno, Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Senin (27/7/2026)..
Saat terjadi kerusuhan di antara kedua tim, seorang pemain berseragam terang terlihat berlari dan melayangkan tendangan kungfu tepat mengenai pemain lawan yang mengenakan jersey gelap.
Akibatnya, korban mengalami patah tulang tangan dan segera dilarikan ke rumah sakit.
- Instagram @semarangupdate
Menanggapi insiden tersebut, manajemen Safin Pati Sports School menyampaikan permohonan maaf terhadap korban, tim BJL 2000 dan PSSI.
“Atas nama manajemen dan keluarga besar Safin Pati Sports School, kami menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada Mas Rama Jangkar, keluarga besar tim BJL 2000, PSSI selaku federasi sepakbola di Tanah Air, dan seluruh pecinta sepakbola,” tulis manajemen Safin Pati Sports School pada akun Instagram miliknya.
Safin Pati menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan dalam sepakbola. Selain itu, pihaknya menyatakan penyesalan dan menjatuhkan sanksi disiplin berat kepada pemain yang bersangkutan.
“Atas insiden yang terjadi, pihak sekolah memutuskan untuk memberikan hukuman disiplin berat dengan mengembalikan pembinaan kepada orang tuanya. Peristiwa ini juga menjadi evaluasi penting agar tidak terulang di masa mendatang,” terangnya.
Tak hanya itu, pihak klub berkomitmen untuk bertanggung jawab dalam membantu proses pengobatan korban hingga pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.
“Kami turut prihatin atas cedera yang dialami Mas Rama Jangkar dari tim BJL 2000 dan bertanggungjawab membantu proses pengobatannya. Semoga yang bersangkutan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala,” pungkasnya.
Dalam unggahan pernyataan tersebut, tak sedikit dari netizen yang menyayangkan insiden tersebut sekaligus memberikan kritik terhadap manajemen.





