Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono terus melakukan gebrakan sejak memimpin lembaga menaungi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Bersih-bersih internal, memperketat tata kelola hingga membangun budaya kerja baru ditempuh Sudaryono sebagai langkah membenahi program MBG sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan BGN.
Dari internal BGN, Sudaryono meluncurkan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) dan Media Center sebagai kanal layanan pengaduan masyarakat terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lewat layanan ini, masyarakat dapat menyampaikan keluhan, pertanyaan, maupun masukan melalui call center, WhatsApp, hingga website disiapkan BGN.
Advertisement
Sudaryono mengatakan, pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu merupakan bagian dari komitmen lembaganya meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat dan seluruh pemangku kepentingan terlibat dalam program MBG.
Menurut Sudaryono, Pusat Pelayanan Terpadu ini akan menjadi 'zona hijau' bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aduan maupun berkonsultasi secara resmi soal program MBG.
Sebaliknya, dia menyebut seluruh pihak memiliki kepentingan dengan BGN tidak diperkenankan bertemu pejabat secara tertutup di luar mekanisme telah ditetapkan.
BGN juga tengah membenahi sistem pengaduan agar setiap laporan masyarakat memiliki nomor registrasi sehingga proses penanganannya dapat dipantau secara terbuka hingga tuntas.
Sudaryono menjelaskan, masyarakat nantinya dapat menyampaikan laporan melalui berbagai kanal yang tersedia, mulai dari WhatsApp, website, hingga call center. Apabila persoalan tidak dapat diselesaikan pada tingkat pelaksana, laporan tersebut akan diteruskan ke meja pimpinan agar dapat dipantau secara langsung.
"Termasuk Pusat Pelayanan Terpadu ini baik sistem ada WhatsApp, ada website, ada call center, dan lain-lain itu kemudian yang tidak terselesaikan itu kemudian maju ke meja pimpinan. Jadi kami bisa mengetahui hal-hal mana saja yang tidak bisa diselesaikan di level-level tertentu. Jadi ada, saya monitor tiap hari kemudian keluhan-keluhan itu," kata Sudaryono di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).




