Tulungagung: Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung, Jawa Timur, mencatat 11 hektare tanaman padi terdampak kekeringan selama musim kemarau. Namun, seluruh lahan tersebut dipastikan masih dapat diselamatkan sehingga belum terjadi gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto mengatakan, kekeringan mulai dilaporkan terjadi pada lahan pertanian padi di Kecamatan Pakel sejak Juni 2026.
"Laporan pertama kami terima pada Juni dengan luas terdampak sekitar tujuh hektare di Kecamatan Pakel," kata Suyanto, melansir Antara, Kamis, 30 Juli 2026.
Baca Juga :
1.206 Hektare Sawah di Aceh Besar Kekeringan Akibat Kemarau"Total lahan tanaman padi yang terdampak kekeringan hingga saat ini mencapai 11 hektare," ujar dia.
Menurut Suyanto, dampak kekeringan di Kecamatan Pakel telah diatasi melalui bantuan pompanisasi sehingga tanaman padi dapat dipertahankan. Sementara itu, penanganan di Kecamatan Campurdarat masih berlangsung untuk mencegah kerusakan tanaman semakin meluas.
"Hingga kini tidak ada laporan tanaman padi mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan," tegas dia.
Lahan sawah kekeringan di Aceh. (MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)
Dispertan juga memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. Wilayah rawan tersebut terutama berada di kawasan perbukitan, seperti Kecamatan Tanggunggunung, Pucanglaban, Sendang, dan Pagerwojo.
Di wilayah-wilayah tersebut, para petani umumnya mulai mengurangi penanaman padi. Mereka beralih menanam jagung sebagai langkah antisipasi keterbatasan pasokan air selama musim kemarau.




