JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan dokter internship Siti Zahra Maghfira, yang diduga meloncat dari lantai 18 apartemen di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu, 26 Juli 2026 bukan diakibatkan jam kerja.
Namun, ia menilai peristiwa itu disebabkan adanya masalah kejiwaan.
"Itu bukan masalah jam kerja. Masalahnya karena ada masalah kejiwaan. Ada masalah kejiwaan," kata Budi Gunadi usai rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Juli 2026.
BACA JUGA:Lahan Sekolah Rakyat Muna Barat Capai 10 Hektare, Mampu Tampung 2 Ribu Siswa
Ia menjelaskan, seseorang yang memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri umumnya dapat terdeteksi melalui hasil pemeriksaan kesehatan jiwa.
"Karena orang bunuh diri itu ketahuan dari hasil screening-nya. Itu yang disiplin harus dilakukan. Dia bukan karena kelebihan kerja. Karena memang dia ada masalah kejiwaan," katanya.
Untuk mencegah peristiwa serupa pada kemudian hari, Budi Gunadi menegaskan pentingnya pelaksanaan skrining jiwa terhadap peserta pendidikan kedokteran.
"Jadi saya sudah minta, sebenarnya sudah minta, dan sudah ada aturannya. Kita akan pertegas semuanya harus dilakukan screening jiwa karena orang bunuh diri itu ketahuan dari hasil screening-nya," kata Budi.
BACA JUGA:Rangkul Tokoh Lokal dan Kepala Daerah, Kementrans Pastikan Ekspedisi Patriot Diterima di Papua
"Itu yang, disiplin itu yang harus dilakukan. Ya dia bukan karena dia kelebihan kerja. Karena memang dia ada masalah kejiwaan," sambung Budi.
Sebelumnya, seorang dokter internship atau magang berinisial SZM meninggal dunia setelah diduga melompat dari sebuah apartemen di Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu, 26 Juli 2026 lalu.
Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan sebelum kejadian, korban sempat diajak oleh ibunya untuk pergi ke mal. Namun, korban menolak.
"Nah, setelah pergi (ibunya pergi), pintu dikunci dari dalam oleh si korban. Terus, di situlah akhirnya si korban ini lompat dari jendela untuk mengakhiri hidupnya, dari lantai 18," kata Mansur kepada wartawan, Senin, 27 Juli 2026.
Mansur menyebut insiden itu pertama kali diketahui oleh sekuriti apartemen.
BACA JUGA:Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas pada 1 Agustus, Terbuka untuk Umum
- 1
- 2
- »





