Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa siapapun yang menghardik program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berhadapan dengannya.
Dalam Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 di Mojokerto, Senin (27/7/2026), Jumhur dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca menyampaikan bahwa memberi makan rakyat yang kelaparan adalah kewajiban negara, bukan sesuatu yang pantas dicerca.
"Orang yang lapar dikasih makan, anda cerca, jangan dong, engga boleh. Sory saya kaya gini sangat sensitif karena saya tahu persis," ucapnya, dikutip Kamis (30/7).
Dalam pidatonya, Jumhur menyinggung revolusi ekonomi yang sedang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut sektor pertambangan dan sawit yang selama ini rawan praktik curang akan dibenahi demi kesejahteraan rakyat.
"Termasuk di dunia pertambangan, di dunia sawit. Uang yang biasa nyolong dari penjualan, menipu under invoicing, itu akan dituntaskan. Jadi, ini sesuatu yang mulia. Saya ingin mengajak saudara-saudara menghancurkan yang mengganggu, termasuk orang-orang dalam pemerintahan yang mengganggu program itu, atau entah orang dari mana, tidak ingin kita berhasil," ujarnya.
Kepada wartawan, Jumhur menjelaskan bahwa tangisannya dipicu oleh fakta memilukan, ada 22 juta warga Indonesia yang mengalami kelaparan kronis, berdasarkan studi ADB dan Bappenas 2016–2018.
"Saya tahu, orang miskin itu banyak di Indonesia. Tahun 2018, 2016, 17, 18 itu ADB bersama Bappenas bikin studi. Ada 22 juta orang kelaparan kronis. Kelaparan kronis itu tahu apa? Artinya dia tuh sudah siap mati untuk lapar. Dan mohon maaf ya, banyak budaya kita yang tidak berani mengungkapkan, akhirnya dia mati. Itu banyak budaya kita. Tidak berani melawan, gitu ya," ungkapnya.
Baca Juga: MBG Diklaim Boros Rp10,5 Triliun per Tahun, Bos BGN Angkat Tangan
Ia menambahkan, jumlah masyarakat yang kekurangan makan jauh lebih besar, bisa mencapai puluhan juta orang. Mereka adalah kelompok yang menjadi sasaran utama distribusi MBG. Karena itu, menurutnya, tidak pantas jika program yang bertujuan menyelamatkan rakyat miskin justru dijadikan bahan cercaan.
"Bahwa, ya, dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, itu bukan hanya urusan MBG, urusan mana pun banyak terjadi penyimpangan. Jadi sebetulnya, kita hajar penyimpangan penyimpangan itu, tapi programnya jangan. Kalau Anda menghardik program orang yang lapar diberi makan, anda berhadapan dengan saya," tandasnya.





