Trump Ingin Tarif Mitra Dagang Iran Ditambah ke RUU Lindsey Graham

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengatakan bahwa ia ingin tarif sekunder terhadap mitra dagang Iran dimasukkan ke dalam rancangan undang-undang (RUU) sanksi terhadap Rusia yang dipelopori oleh mendiang Senator AS Lindsey Graham.

“Saya ingin mereka menambahkan Iran dalam bentuk tarif, bukan hanya sanksi. Saya pikir itu penting. Itulah yang diinginkan Lindsey, karena saya mendengar mereka memiliki tarif terhadap Rusia, tetapi tidak terhadap lima negara yang terkait dengan Iran,” kata Trump kepada wartawan.

“Saya pikir mereka harus menerapkannya untuk Rusia, tetapi juga untuk Iran,” sambungnya.

Rancangan undang-undang sanksi tersebut mengusulkan penurunan tarif yang sebelumnya direncanakan sebesar 500 persen menjadi 100 persen bagi lima pembeli terbesar minyak dan gas Rusia.

Namun, pada saat yang sama, RUU tersebut menetapkan tarif sebesar 500 persen untuk seluruh barang yang diimpor ke Amerika Serikat dari Rusia. Dokumen itu juga mengusulkan pemberian sanksi terhadap Bank Sentral Rusia serta bank-bank Sberbank, VTB, dan Gazprombank.

RUU yang berjudul “Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026” juga mencakup perpanjangan masa berlaku Iran Sanctions Act of 1996.

Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat pada Rabu menyatakan bahwa RUU sanksi baru tersebut justru merugikan pemerintahan Trump dan pada akhirnya akan lebih banyak merugikan Amerika Serikat sendiri.(ant/ree)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPP AMPI Putuskan Rakernas III dan Rapimnas IV Digelar di Jakarta dalam Waktu Dekat
• 21 jam laludisway.id
thumb
Balita di Makassar Jadi Jaminan Arisan Online: 3 Tersangka Terancam 12 Tahun Bui
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Perluas Layanan Trans Jateng, Pemprov Targetkan Koridor Gelang Manggung Beroperasi 2027
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Potensi Pajak dan Retribusi Magetan Bocor? Reklame hingga Kabel Fiber Optik Belum Dipungut
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
KPK Periksa Delapan Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi yang Menjerat Bupati Sukoharjo Nonaktif Etik Suryani
• 21 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.