Meski mengawali perdagangan dengan kenaikan, pelaku pasar diperkirakan masih akan bergerak hati-hati. Fokus investor kini tertuju pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC), perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga musim rilis laporan keuangan emiten kuartal II-2026.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 18,89 poin atau 0,31 persen ke level 6.110,28. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 ikut menguat 2,52 poin atau 0,42 persen ke posisi 609,04.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke 6.141, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga The Fed IHSG Sempat Tertekan Jelang Hasil FOMC The Fed Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,64 persen ke level 6.091,39 di tengah meningkatnya kehati-hatian investor menjelang hasil FOMC The Fed.
Pelemahan dipicu aksi jual asing, tekanan pada saham sektor properti, serta kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak menguat.
Di sisi domestik, pasar juga masih mencermati proses penunjukan Gubernur Bank Indonesia definitif pascapengunduran diri Perry Warjiyo. Investor Pantau Keputusan Suku Bunga The Fed Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, pasar akan berfokus pada hasil FOMC The Fed, yang diperkirakan mempertahankan suku bunga, namun perhatian utama tertuju pada forward guidance terkait arah kebijakan moneter ke depan.
"Selain itu, investor juga akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran serta musim rilis kinerja keuangan emiten kuartal II 2026 (earning season) yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan saham dalam jangka pendek," jelas tim riset.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak sideways dengan support 6.050 dan resistance 6.150-6.200.
"Selama mampu bertahan di atas area support, peluang technical rebound masih terbuka, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi menjelang hasil FOMC," prediksi tim riset.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)





