Pantau - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan tiga orang dipastikan tewas setelah ledakan mengguncang AEON Mall Kumamoto di Prefektur Kumamoto, Jepang, yang terjadi setelah gempa bumi dahsyat melanda wilayah tersebut.
Korban Masih Terjebak di LokasiTakaichi mengatakan masih banyak orang yang terjebak di dalam AEON Mall Kumamoto yang berada di Kota Kashima sehingga operasi penyelamatan terus dilakukan.
Ia juga mengungkapkan beberapa orang masih dinyatakan hilang setelah cerobong asap di pabrik Nippon Paper di Kota Yatsushiro runtuh.
Menurut Takaichi, lebih dari 20 jam telah berlalu sejak gempa terjadi, namun masih ada korban yang menunggu untuk dievakuasi.
Sekitar 450 pusat evakuasi telah dibuka dan menampung sekitar 7.700 pengungsi, sementara cuaca panas diperkirakan terus berlanjut sehingga proses evakuasi kemungkinan berlangsung lebih lama.
Pemerintah Tambah Personel Penanggulangan BencanaTakaichi mengatakan Pasukan Bela Diri Jepang (Self-Defense Forces/SDF) telah meningkatkan pengerahan personel menjadi sekitar 4.600 orang untuk mendukung penanggulangan bencana.
Ia menambahkan jumlah personel kepolisian yang dikerahkan juga ditingkatkan menjadi sekitar 2.000 petugas.
Sebelumnya, pemerintah Jepang mengonfirmasi sebanyak 13 orang meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Kumamoto pada Selasa (28/7) pukul 16.27 waktu setempat.
Sekretaris Kabinet Utama Jepang Minoru Kihara mengatakan selain 13 korban meninggal, termasuk kematian yang masih diselidiki keterkaitannya dengan gempa, pihak berwenang juga menerima laporan tujuh orang mengalami luka serius dan 29 orang lainnya mengalami luka ringan.




