Pantau - Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) melonjak sekitar 5 persen pada Selasa malam waktu setempat setelah Komando Pusat (Central Command/CENTCOM) AS mengklaim pasukannya berhasil mencegat serangan rudal dari Iran di Timur Tengah.
Harga Minyak Sempat Naik Lebih dari Lima PersenMinyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September sempat naik 5,1 persen menjadi 83,30 dolar AS per barel sebelum kenaikannya menyusut menjadi sekitar 3 persen.
CENTCOM melalui pernyataan di platform X menyebut pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan sejumlah rudal balistik dari Iran ke arah pasukan AS yang berada di Timur Tengah.
CENTCOM mengungkapkan, "Pada pukul 17.45 Eastern Time hari ini, pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan beberapa rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah."
CENTCOM menambahkan, "Semua rudal Iran berhasil dicegat."
CENTCOM juga menyatakan, "pasukan AS tetap waspada dan dalam keadaan siaga tinggi."
Investor Pantau Perkembangan Konflik AS-IranSebelumnya, harga minyak mentah berjangka WTI maupun Brent untuk pengiriman September ditutup melemah lebih dari 4 persen pada perdagangan Selasa seiring meredanya ketegangan antara AS dan Iran.
Jeda serangan antara kedua negara serta dimulainya kembali negosiasi bilateral dan pembukaan Selat Hormuz mendorong optimisme pasar sehingga harga minyak turun tajam dalam tiga sesi sebelumnya.
Analis pasar di platform perdagangan Tradu, Nikos Tzabouras, menilai premi risiko pada harga minyak dapat kembali meningkat dengan cepat dan berpotensi mendorong harga kembali menembus 100 dolar AS per barel.




