China protes keras larangan AS impor robot humanoid

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Beijing (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China memprotes keputusan Amerika Serikat yang melarang impor robot canggih yaitu robot humanoid dan kaki empat serta alat pengubah daya (inverter).

"China dengan tegas menentang AS yang melampaui batas konsep keamanan nasional dan menargetkan perusahaan-perusahaan China. Proteksionisme tidak membuat AS lebih kompetitif dan hanya akan merugikan kepentingan perusahaan dan konsumen AS," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning, dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (29/7).

Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (Federal Communications Commission atau FCC) pada Selasa (28/7) mengumumkan perangkat robotik canggih (advanced robotic devices) yang didefinisikan sebagai robot bergerak seperti robot humanoid dan robot berkaki empat, serta inverter (alat pengubah daya) yang diproduksi di luar negeri masuk ke dalam Daftar Perangkat yang Dibatasi.

Langkah tersebut diambil karena robot dan alat pengubah daya buatan luar negeri tersebut, tanpa memandang negara asalnya, dinilai "menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional Amerika Serikat atau keselamatan dan keamanan warga AS".

"Kami akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk dengan tegas membela hak dan kepentingan yang sah dan sesuai hukum dari perusahaan-perusahaan China," tambah Mao Ning.

Badan keamanan nasional AS mengatakan ada risiko yang tidak dapat diterima, termasuk kemungkinan bahwa perangkat tersebut dapat menciptakan kerentanan rantai pasok yang berpotensi mengganggu keamanan ekonomi dan keamanan nasional AS.

Perangkat itu juga dinilai dapat menciptakan risiko keamanan siber yang mengancam infrastruktur penting AS.

"Inverter" disebut menghadirkan kerentanan tambahan seiring dengan meningkatnya penggunaan dalam jaringan listrik AS karena perusahaan asing atau menggunakan atau mematikan "inverter" untuk mengumpulkan dan mengeluarkan data secara tidak sah, memfasilitasi akses jarak jauh dan pengawasan oleh aktor pemerintah asing, atau memanfaatkan perangkat tersebut menjadi serangan siber. "Interver" sendiri banyak digunakan dalam sistem energi seperti panel surya, baterai penyimpanan, atau jaringan listrik.

Sedangkan perangkat robotik canggih dianggap dapat terhubung ke jaringan menciptakan kerentanan yang luas dan berbagai jalur serangan yang dapat digunakan untuk memanipulasi data. Perangkat juga dinilai dapat mengumpulkan data yang dapat dimanfaatkan oleh aktor-aktor jahat untuk mengawasi warga AS, meningkatkan kemampuan badan intelijen asing, atau mengambil alih kendali robot dari jarak jauh.

Persetujuan bersyarat

Namun ada pengecualian bagi perangkat robotik canggih dan inverter daya yang telah memperoleh "Persetujuan Bersyarat" dari Departemen Perang AS atau, khusus untuk inverter daya, dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, setelah lembaga tersebut menyimpulkan bahwa perangkat atau kelompok perangkat itu tidak menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima.

Keputusan tersebut tidak berlaku surut, artinya, pengguna yang sudah membeli perangkat robotik canggih atau alat penubah daya sebelum pengumuman disampaikan tetap dapat menggunakannya dan para pengecer juga untuk tetap menjual, mengimpor, atau memasarkan produk yang sebelumnya telah disetujui melalui proses otorisasi perangkat FCC.

Dengan masuk dalam "Daftar Perangkat yang Dibatasi" maka produk tersebut tidak dapat memperoleh otorisasi perangkat dari FCC. Sebagian besar perangkat elektronik harus memperoleh otorisasi perangkat FCC sebelum dapat diimpor, dipasarkan, atau dijual di AS.

Peralatan yang dibatasi dilarang memperoleh otorisasi perangkat baru sehingga mencegah perangkat-perangkat baru tersebut memasuki pasar AS.

Dalam beberapa bulan terakhir, FCC juga telah mengambil tindakan serupa terhadap Sistem Pesawat Udara Nirawak (Uncrewed Aircraft Systems), komponen penting Sistem Pesawat Udara Nirawak, serta perangkat perute (router) untuk konsumen.

Meski tidak menyebut sumber negara penyuplai perangkat robotik canggih dan inverter, tapi China merupakan produsen utama kedua produk tersebut.

Salah satu perusahaan robot utama di China adalah Unitree, yang menguasai hampir seperlima pangsa pasar global. Perusahaan asal Hangzhou tersebut baru-baru ini dimasukkan ke dalam daftar perusahaan yang diduga didukung oleh militer China oleh Pentagon.

Unitree juga menjalin kemitraan dengan perusahaan cip AS, Nvidia, untuk menggunakan cip Blackwell mutakhir milik Nvidia sebagai penggerak otak robot Unitree. Nvidia menyatakan bahwa data dari robot-robot tersebut akan tetap berada di AS dan pelanggan terbesar Unitree adalah lembaga akademik serta lembaga penelitian AS.

China merupakan produsen inverter terbesar di dunia, yang dipimpin oleh Sungrow Power Supply dan Huawei. Huawei sendiri telah dikenai berbagai sanksi berat oleh AS.

Baca juga: Xi: AI di China seperti kuda unggul berlari cepat sekaligus kuat

Baca juga: Gerak maju robot humanoid China


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Belum Serahkan Nama Calon Gubernur BI ke DPR
• 13 menit lalukumparan.com
thumb
UBSI dan Pemkab Klaten Perkuat Akses Pendidikan Lewat Program Beasiswa Daerah
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
IHSG Ditutup Meroket 1,55%, Rupiah Ambles ke Rp 18.111 per Dolar AS
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Gus Falah Minta Komisi Kejaksaan Lakukan Eksaminasi Khusus Terhadap Kasus Febrie
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
HIMKI: Ekspor Furnitur ke AS Berpotensi Turun 10% Akibat Tarif Impor Tambahan
• 20 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.