CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, masih terus dilakukan hingga Kamis (30/7).
Tim penyelamat fokus melakukan evakuasi di pusat perbelanjaan yang runtuh serta pabrik kertas yang mengalami kerusakan berat akibat guncangan.
Berdasarkan data terbaru dari otoritas setempat, jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 17 orang. Selain itu, enam orang dilaporkan tidak merespons dan belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Lima korban ditemukan di pusat perbelanjaan Aeon di Kashima yang mengalami ledakan setelah gempa terjadi. Sementara delapan korban lainnya berada di pabrik Nippon Paper Industries Co. di Yatsushiro, lokasi yang mengalami kerusakan parah setelah beberapa cerobong asap roboh.
Dampak gempa masih dirasakan masyarakat Kumamoto. Hingga Kamis pagi, lebih dari 10.000 orang masih bertahan di pusat-pusat evakuasi karena rumah mereka rusak atau tidak aman untuk ditempati.
Di sisi lain, ribuan rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air bersih sejak Rabu (29/7) malam. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap kesehatan dan kesejahteraan para pengungsi.
Gempa susulan juga terus terjadi sejak gempa utama mengguncang wilayah Uki dan Hikawa pada Selasa (28/7) pukul 16.27 waktu setempat atau 14.27 WIB.
"Pada tingkat magnitudo tersebut, orang tidak dapat berdiri tegak atau bergerak tanpa merangkak dan mungkin bisa terlempar ke udara," menurut Badan Meteorologi Jepang.
Sektor transportasi publik ikut terdampak akibat kerusakan infrastruktur.
Layanan Kyushu Shinkansen antara Stasiun Kumamoto dan Stasiun Kagoshima-Chuo hingga kini masih dihentikan sementara karena pemeriksaan jalur dan fasilitas belum selesai dilakukan.
Operator kereta berharap perjalanan kereta peluru antara Stasiun Chikugo-Funagoya di Prefektur Fukuoka dan Stasiun Kumamoto dapat kembali beroperasi pada Kamis setelah proses inspeksi dinyatakan aman.
Gempa besar tersebut juga memukul sektor manufaktur Jepang, terutama industri semikonduktor yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi negara itu.
Sony Semiconductor Manufacturing Corp. menghentikan operasional pabriknya di Kikuyo sesaat setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. Hingga kini perusahaan belum memastikan kapan aktivitas produksi akan kembali normal.
Dua produsen chip besar lainnya, Renesas Electronics Corp. dan Tokyo Electron Ltd., juga menghentikan operasional di masing-masing dua fasilitas produksi mereka di Kumamoto.
Mitsubishi Electric Corp. turut menghentikan aktivitas produksi di pabrik yang berada di Kota Koshi dan Kikuchi sebagai langkah antisipasi sambil melakukan pemeriksaan kondisi fasilitas.
Gangguan akibat gempa tidak hanya dirasakan industri semikonduktor.
Toyota Motor Kyushu Inc. sempat mengoperasikan kembali tiga pabriknya di Prefektur Fukuoka setelah pemeriksaan keselamatan selesai dilakukan. Namun perusahaan kemudian memutuskan kembali menghentikan produksi mulai Rabu malam hingga Jumat malam.
"Toyota menyebut gangguan logistik dan kondisi para pemasok sebagai alasan penghentian sementara tersebut."
Honda Motor Co. juga menghentikan produksi di pabrik sepeda motor dan mesin di Kota Ozu hingga Jumat.
Sementara itu, Nissan Motor Co. mengumumkan penghentian sebagian operasional di dua pabriknya di Prefektur Fukuoka mulai Kamis sore akibat keterlambatan pasokan komponen.
Sejumlah perusahaan lain juga terdampak akibat gempa.
Suntory Holdings Ltd. menghentikan sementara aktivitas di pabrik birnya di Kashima. Mitsubishi Chemical Corp. juga menutup sementara fasilitas produksinya di Uto.
Adapun Nippon Paper Industries Co. masih melakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan di pabrik Yatsushiro setelah cerobong asap mengalami kerusakan berat. Hingga kini perusahaan belum dapat memastikan jadwal dimulainya kembali proses produksi.
Gangguan juga terjadi pada sektor logistik. Japan Post menghentikan layanan di kantor pos di seluruh Prefektur Kumamoto, sementara Yamato Transport dan Sagawa Express menangguhkan sementara layanan pengambilan serta pengiriman paket di sejumlah wilayah terdampak.
Sumber: Kyodo




