Semarang (ANTARA) - Dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Mohamad Endy Julianto menciptakan Voca-Roaste, mesin sangrai hemat energi yang menghasilkan biji kopi hasil panggangan yang lebih berkualitas.
Menurut Endy di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, Voca-Roaster dirancang untuk menjawab tantangan industri kopi, khususnya konsumsi energi tinggi serta kualitas hasil sangrai yang belum konsisten.
"Mesin ini mampu meningkatkan pemerataan panas, menjaga konsistensi profil roasting, serta lebih hemat energi dibanding mesin konvensional," katanya.
Baca juga: Dosen Sekolah Vokasi: Swasembada energi jangan rusak swasembada pangan
Menurut dia, hal tersebut dapat dicapai melalui rekayasa sistem agitasi, desain drum, dan pengendalian proses yang lebih presisi.
Voca-Roaster yang sudah didaftarkan hak patennya tersebut merupakan satu dari 41 karya Endy yang telah memiliki paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum (Kemenkum).
Ia menuturkan berbagai inovasi yang dihasilkan tersebut merupakan bukti konsistensi pengembangan riset terapan yang berorientasi pada hilirisasi inovasi.
Baca juga: Sekolah Vokasi Undip latih keamanan digital bagi masyarakat sekitar
Menurut dia, publikasi ilmiah dan paten merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.
"Publikasi menghasilkan pengetahuan baru, sedangkan paten melindungi inovasi agar memiliki peluang dikembangkan lebih lanjut oleh industri," katanya.
Ia menambahkan riset yang dikembangkannya berfokus pada bidang rekayasa kimia, energi terbarukan, teknologi pangan, biomaterial, pengolahan limbah, teknologi ekstraksi hijau, hingga pemanfaatan sumber daya hayati lokal.
Baca juga: Sekolah Vokasi Undip kembangkan "Buggy Car Hybrid"
Menurut Endy di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, Voca-Roaster dirancang untuk menjawab tantangan industri kopi, khususnya konsumsi energi tinggi serta kualitas hasil sangrai yang belum konsisten.
"Mesin ini mampu meningkatkan pemerataan panas, menjaga konsistensi profil roasting, serta lebih hemat energi dibanding mesin konvensional," katanya.
Baca juga: Dosen Sekolah Vokasi: Swasembada energi jangan rusak swasembada pangan
Menurut dia, hal tersebut dapat dicapai melalui rekayasa sistem agitasi, desain drum, dan pengendalian proses yang lebih presisi.
Voca-Roaster yang sudah didaftarkan hak patennya tersebut merupakan satu dari 41 karya Endy yang telah memiliki paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum (Kemenkum).
Ia menuturkan berbagai inovasi yang dihasilkan tersebut merupakan bukti konsistensi pengembangan riset terapan yang berorientasi pada hilirisasi inovasi.
Baca juga: Sekolah Vokasi Undip latih keamanan digital bagi masyarakat sekitar
Menurut dia, publikasi ilmiah dan paten merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.
"Publikasi menghasilkan pengetahuan baru, sedangkan paten melindungi inovasi agar memiliki peluang dikembangkan lebih lanjut oleh industri," katanya.
Ia menambahkan riset yang dikembangkannya berfokus pada bidang rekayasa kimia, energi terbarukan, teknologi pangan, biomaterial, pengolahan limbah, teknologi ekstraksi hijau, hingga pemanfaatan sumber daya hayati lokal.
Baca juga: Sekolah Vokasi Undip kembangkan "Buggy Car Hybrid"





