Inovasi tersebut dihadirkan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) melalui program Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.
Program yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, program ini juga dirancang untuk meningkatkan produktivitas kelompok pembibit mangrove sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Rumah Bibit Mangrove Kini Gunakan IoT dan Sistem Otomatis PLN EPI menghadirkan sistem sirkulasi air yang meniru pola pasang surut alami berbasis Internet of Things (IoT), dilengkapi instalasi kelistrikan, pompa air, jaringan perpipaan, serta pelatihan bagi kelompok pengelola rumah bibit.
Teknologi tersebut memungkinkan proses pengaliran air berlangsung secara otomatis dan terjadwal, sekaligus dapat dipantau secara digital sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien, kebutuhan pekerjaan manual berkurang, dan proses perawatan bibit berlangsung lebih optimal.
Baca juga: Bakau dan Mangrove Berbeda Lho! Ini Pengertian dan Perbedaannya
Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembibitan sekaligus memperbesar tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan pengembangan Rumah Pembibitan Mangrove Bunton merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan program TJSL yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
"Momentum Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat bahwa pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Mamit dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2026. Mangrove Tak Hanya Cegah Abrasi, Tapi Juga Serap Karbon Desa Bunton memiliki kawasan mangrove seluas sekitar 2,33 hektare dengan lebih dari 35 ribu pohon mangrove yang telah ditanam. Kawasan tersebut berperan penting dalam mengurangi abrasi, melindungi garis pantai, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap karbon sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
Selain menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir, keberadaan rumah pembibitan mangrove juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui penyediaan bibit berkualitas yang mendukung berbagai program rehabilitasi pesisir di masa mendatang.
Camat Adipala Firadus Azy Mutia mengapresiasi kolaborasi PLN EPI bersama masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperkuat konservasi kawasan pesisir, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan rumah pembibitan mangrove yang lebih produktif.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Cilacap Aditya Setyawan mengatakan dukungan infrastruktur kelistrikan menjadi fondasi penting dalam optimalisasi pemanfaatan teknologi pada rumah pembibitan mangrove.
"Kami berharap kehadiran listrik tidak hanya meningkatkan produktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya berbagai inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan," katanya.
Program Electrifying Agriculture Rumah Pembibitan Mangrove Bunton menjadi bagian dari implementasi ESG PLN EPI yang mengintegrasikan inovasi teknologi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui inisiatif ini, PLN EPI menegaskan bahwa transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan energi primer yang andal, tetapi juga melalui aksi nyata yang memperkuat ketahanan ekosistem, mengurangi dampak perubahan iklim, dan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)





