Pekanbaru: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau memantau keberadaan harimau sumatra melalui kamera jebak dan drone. Hal ini dilakukan setelah ditemukannya jejak kaki binatang buas tersebut di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Kepala Balai Besar KSDA Riau Supartono mengatakan, berdasarkan identifikasi Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) di lokasi, ditemukan jejak baru harimau sumatra dengan ukuran telapak kaki sepanjang 14 sentimeter dan lebar 13 sentimeter.
"Untuk mengetahui pergerakan satwa liar tersebut, tim melakukan pemasangan camera trap dan melakukan pemantauan melalui udara dengan menerbangkan drone di sekitar lokasi," kata Supartono di Pekanbaru, Kamis, 30 Juli 2026, melansir Antara.
Seekor harimau sumatra terpantau kamera BB KSDA Riau di Desa Danai Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inderagiri Hilir. ANTARA/HO-BB KSDA Riau
Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan tentang adanya interaksi negatif antara manusia dan harimau sumatra yang masuk ke permukiman serta menerkam ternak warga pada Jumat, 24 Juli 2026. BBKSDA Riau pun segera menurunkan Tim WRU untuk melakukan pengecekan dan mitigasi.
Supartono menerangkan, sebagai langkah pencegahan, tim melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta perangkat desa. Edukasi ini bertujuan guna meningkatkan kewaspadaan warga saat beraktivitas di kebun maupun di sekitar lokasi kejadian.
Ia juga menyarankan agar hewan ternak seperti sapi maupun kambing dikandangkan sehingga tidak memicu datangnya harimau ke permukiman. Selain itu, warga juga diminta membuat meriam spiritus guna menghalau kemunculan harimau agar satwa tersebut kembali ke habitatnya.
Baca Juga :
"Untuk itu mari kita jaga alam dan isinya untuk kesejahteraan masyarakat. Mari bersama-sama kita jaga kelestarian satwa yang dilindungi sekaligus menjaga keamanan ruang hidup masyarakat," ujar dia.




