Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada jajaran TNI, Polri, hingga kepala daerah agar tidak hanya memimpin dari balik meja. Menurutnya, para pemimpin harus rutin turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebersihan lingkungan dan kondisi masyarakat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri akad massal 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp 880 miliar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Prabowo menegaskan pembangunan perumahan tidak cukup hanya menyediakan rumah, tetapi juga harus disertai lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman.
"Jadi perumahan dan pemukiman kan? Pemukiman. Jadi rumah tapi lingkungannya harus asri, harus bersih, harus indah," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo berkelakar agar para jenderal tidak menjadi "jenderal salon" yang enggan turun ke lapangan.
Meski demikian, Prabowo menyisipkan candaan agar para jenderal tetap menjaga penampilan saat bertemu Presiden.
"Tapi jangan kalau menghadap Presiden dikotorin sepatunya, itu ilmu dulu, jangan, jangan," ucapnya disambut tawa hadirin.
Prabowo menegaskan pemerintah bertekad membersihkan seluruh kota, sungai, dan saluran air di Indonesia.
"Kita harus bertekad membersihkan semua kota kita. Membersihkan semua kali kita. Membersihkan semua sungai kita," tegasnya.
Ia juga meminta gubernur, bupati, wali kota, hingga pimpinan TNI dan Polri aktif melakukan pengecekan langsung ke lapangan setiap hari.
"Gubernur yang hebat, bupati yang hebat, wali kota yang hebat, pangdam yang hebat, kapolda yang hebat, danrem, dandim, kapolres, kapolsek, mereka yang harus tiap hari mengecek sungai, mengecek kali. Itu baru kau pemimpin yang hebat," kata Prabowo.





