Prabowo Sebut Semua Transportasi Indonesia Akan Beralih ke Tenaga Listrik

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Prabowo Subianto Presiden menyatakan semua moda transportasi di Indonesia ke depan akan beralih menggunakan tenaga listrik. Langkah itu menurutnya sejalan dengan upaya pemerintah membangun sistem energi hijau dan energi terbarukan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

“Kita ingin semua berbasis listrik. Kita akan bangun energi yang hijau. Energi yang terbarukan. Jangankan kereta api, nanti hampir semua kendaraan kita nanti dari listrik. Truk kita, bus kita, mobil kita, motor kita,” kata Prabowo seperti dikutip dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden, pengembangan transportasi berbasis listrik menjadi bagian dari arah pembangunan energi nasional. Pemerintah ingin mendorong penggunaan energi yang lebih bersih, termasuk untuk sektor transportasi publik dan kendaraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pentingnya kereta api dalam mendukung sektor pariwisata. Ia menilai revitalisasi ratusan stasiun yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting, jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik,” ujar Kepala Negara.

Prabowo mengatakan, pelestarian stasiun bersejarah dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang tertarik dengan sejarah dan budaya. Karena itu, revitalisasi stasiun tidak hanya berkaitan dengan transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah.

“Lestarikan semua stasiun, ini juga bagian dari lestarikan sejarah. Tapi lebih penting, ini bagian daripada usaha kita sebagai bangsa untuk di semua bidang kita lakukan transformasi,” katanya.

Presiden juga meminta pembenahan fasilitas di kawasan stasiun dilakukan dengan memperhatikan kebersihan, kerapian, dan estetika lingkungan. Menurutnya, ruang publik harus dirawat agar memberi kesan yang baik bagi masyarakat dan wisatawan.

“Kita ubah kesan. Indonesia memang harus lestari, harus indah, harus asri. Tidak boleh ada sampah yang liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat,” tuturnya. (bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sule Tak Diundang di Pernikahan, Nathalie Holscher Pertemukan Mantan Suami dengan Aripat
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Roy Suryo Minta Dokter Tifa Tak Khawatir Hadapi Kasus Ijazah Jokowi: Yang Ditarget Saya
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Kronologi Bianglala di Pasar Malam Lampung Tengah Macet, Penumpang Terjebak 2 Jam sampai Harus Dievakuasi
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Kolaborasi Harmonis Relawan Dengan PSI Sambut Safari Jokowi Di NTT
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
Sarwendah Ngaku Diteror Debt Collector Pinjol, Nama dan KTP Ruben Onsu Ikut Dibawa-bawa: Bukan Atas Nama Aku!
• 4 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.