HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) memperkuat budaya keselamatan kerja melalui pelaksanaan Board of Directors (BOD) Safety Walkdown. Pada kegiatan itu, PLN juga meresmikan HSSE Control Center (HCC) sebagai pusat kendali pemantauan implementasi keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan (HSSE).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor PLN UID Sulselrabar, Rabu, 29 Juli 2026 dipimpin Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra. Turut hadir Executive Vice President HSSE PT PLN (Persero) Dispriansyah, General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah, General Manager PLN UIP Sulawesi I Gusti Made Aditya San Adinatha, serta General Manager PLN UIP3B Sulawesi Fermi Trafianto.
Peresmian HSSE Control Center menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan efektivitas pengawasan keselamatan kerja. Fasilitas tersebut mengintegrasikan pemantauan implementasi HSSE agar identifikasi potensi bahaya dan risiko dapat dilakukan lebih cepat, sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menegaskan bahwa keselamatan kerja harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas insan PLN. Menurutnya, penguatan sistem pemantauan melalui HCC merupakan langkah nyata perusahaan dalam membangun tata kelola keselamatan yang modern dan berkelanjutan.
“Keselamatan kerja merupakan nilai utama yang harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas insan PLN. Melalui HSSE Control Center, implementasi HSSE dapat dipantau secara lebih efektif sehingga potensi bahaya dan risiko dapat diidentifikasi lebih dini serta ditindaklanjuti dengan cepat,” ujar Edyansyah.
Ia menambahkan bahwa penguatan sistem tersebut bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja PLN.
“Tujuan utama kami adalah memastikan setiap insan PLN dapat menjalankan tugas dengan aman, bekerja dengan selamat, dan kembali kepada keluarga dalam keadaan sehat,” tambah Edyansyah.
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra mengatakan pemanfaatan teknologi melalui HSSE Control Center tidak dimaksudkan menggantikan peran Pengawas K3 di lapangan. Sebaliknya, teknologi tersebut menjadi alat pendukung untuk memperkuat pengawasan terhadap setiap pekerjaan.
“HSSE Control Center bukan untuk menggantikan peran Pengawas K3 di lapangan, melainkan memperkuat pengawasan melalui teknologi agar tidak ada satu pun pekerjaan yang berlangsung tanpa kendali keselamatan. Tujuan akhirnya adalah memastikan setiap pekerjaan terlaksana secara aman, terawasi, dan selamat,” ujar Edwin.
Ia juga meminta seluruh unit terus memperkuat sistem keselamatan dan pengamanan melalui evaluasi serta penyempurnaan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh potensi risiko dapat dikenali sejak dini dan ditangani sesuai standar yang berlaku.
“Kita harus terus memperkuat sistem keselamatan dan pengamanan melalui evaluasi dan perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, setiap potensi risiko bisa kita kenali lebih awal dan ditangani dengan baik, sehingga seluruh pekerjaan dapat berjalan aman sesuai standar yang berlaku,” tambah Edwin.
Selain meresmikan HCC, Edwin bersama jajaran manajemen PLN meninjau kesiapan Regional Control Center (RCC) UP2B Sistem Makassar menghadapi Audit Sertifikasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) oleh Baharkam Polri. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penerapan sistem pengamanan berjalan optimal dalam melindungi objek vital nasional, menjaga keamanan aset dan personel, serta mendukung keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi. (edo)





