KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) sebagai bagian dari transformasi bisnis berkelanjutan.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi melalui Pertamina Sustainability Academy (PSA) yang meraih Anugerah Utama Sektor Energi dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.
Penghargaan itu menjadi apresiasi atas upaya Pertamina membangun kapabilitas dan budaya keberlanjutan secara sistematis di seluruh lini perusahaan. Melalui PSA, Pertamina mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar ESG tidak hanya diterapkan sebagai bagian dari kepatuhan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja, pengambilan keputusan, dan strategi bisnis.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, penerapan ESG kini berkembang menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
"ESG harus dipandang sebagai investasi strategis yang mengubah kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan yang tangguh, berkelanjutan, dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Jumhur dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/7/2026).
Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero) Wenny Ipmawan mengatakan, Pertamina memandang penguatan kapabilitas dan budaya keberlanjutan sebagai faktor penting dalam mendukung transformasi perusahaan di tengah dinamika industri energi.
Baca juga: Transformasi Transmigrasi: Fokus Ciptakan Kawasan Ekonomi, Bukan Sekadar Perpindahan Penduduk
"Transformasi energi pada akhirnya adalah transformasi manusia. Karena itu, Pertamina Sustainability Academy kami rancang untuk membekali Perwira dengan kapabilitas yang relevan, mulai dari pemahaman dasar hingga pengambilan keputusan strategis, sehingga mereka siap menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," ucapnya.
Menurut Wenny, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas program penguatan kapabilitas.
Hal itu dinilai penting untuk mewujudkan just transition, yakni transisi energi yang turut memperhatikan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan.
"Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ESG. Penguatan kapabilitas dan budaya menjadi modal penting bagi Pertamina dalam menjalankan transformasi bisnis sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat," tambah Wenny.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, penerapan ESG perlu diikuti dengan penguatan kompetensi dan budaya di seluruh lini organisasi.
"ESG bukan lagi sekadar komitmen perusahaan, tetapi harus menjadi kompetensi dan budaya yang hidup dalam keseharian setiap Perwira Pertamina. Ketika seluruh insan perusahaan memiliki pemahaman, nilai, dan semangat yang sama, implementasi ESG akan hadir secara nyata dalam setiap keputusan dan langkah bisnis yang kami jalankan," kata Baron.
Baca juga: Askrindo Bidik Pertumbuhan Bisnis dari Diversifikasi Produk UMKM
Program pembelajaran berjenjangPertamina Sustainability Academy merupakan program internalisasi keberlanjutan yang ditujukan bagi seluruh Perwira Pertamina, mulai dari tingkat operasional hingga Direksi dan Dewan Komisaris.
Dalam pengembangan kapabilitas, PSA menyediakan pembelajaran berjenjang yang mencakup Mandatory Sustainability Training, Sustainability Awareness Program, Sustainability Accelerator Program, Sustainability Masterclass, hingga Sustainability Transcendence Forum bagi jajaran Direksi dan Dewan Komisaris.
Selain pembelajaran, PSA mengembangkan sejumlah program budaya untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai keberlanjutan di lingkungan Pertamina Group.





