Dialog di UGM, Waka MPR Tegaskan Urgensi Ketahanan Energi Sejajar Ketahanan Nasional

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, YOGYAKARTA - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menggelar High Level Dialoge bersama para Guru Besar dan akademisi Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan ini dilaksanakan Eddy guna menghimpun berbagai masukan dan rekomendasi strategis terkait penguatan ketahanan energi nasional, percepatan transisi energi, dan proaes dekarbonisasi di Indonesia.

BACA JUGA: Perkuat Ketahanan Energi, Brantas Abipraya Bangun Pipa Gas Dusem

Dalam diskusi tersebut, Pimpinan MPR dari Fraksi PAN itu menyampaikan pandangannya tentang pentingnya ketahanan nasional, transisi energi dan komitmen dekarbonisasi Indonesia yang harus berjalan beriringan dengan target pertumbuhan ekonomi tinggi.

Eddy juga menerima berbagai masukan strategis dari kalangan akademisi UGM mengenai pentingnya harmonisasi kebijakan energi nasional, percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), penguatan riset dan inovasi teknologi, pembangunan infrastruktur energi, reformasi regulasi, pengembangan ekonomi karbon, hingga penyediaan skema pembiayaan yang mampu menarik investasi hijau.

BACA JUGA: Jaga Ketahanan Energi, Elnusa Petrofin Optimalkan Layanan BBM di Kalbar

Menurut Eddy, masukan dari kalangan akademisi sangat penting untuk memastikan kebijakan energi Indonesia responsif terhadap tantangan saat ini sekaligus mampu menjawab kebutuhan jangka panjang bangsa.

“Forum ini memperkaya perspektif kita bahwa urgensi ketahanan energi adalah sama urgensinya dengan ketahanan nasional. Negara yang tidak mampu menjamin pasokan energinya akan menghadapi risiko terhadap stabilitas ekonomi, daya saing industri, bahkan kedaulatan nasional,” kata Eddy.

BACA JUGA: Dukung Ketahanan Energi, Pertamina Perkuat Budaya Keselamatan & Peduli Lingkungan

Doktor Ilmu Politik UI ini menyampaikan percepatan transisi energi membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi.

Menurut Eddy, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyediakan riset berbasis bukti (evidence-based policy), pengembangan teknologi, serta menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan transformasi sektor energi.
“Indonesia membutuhkan kebijakan energi yang berbasis ilmu pengetahuan," tegas Eddy.

Karena itu, Eddy sangat mengapresiasi berbagai masukan dari para Guru Besar dan akademisi UGM yang memberikan perspektif komprehensif mengenai penguatan ketahanan energi, strategi percepatan transisi energi, hingga langkah konkret menuju dekarbonisasi nasional.

Menurut Waketum PAN ini, Indonesia harus menjadi policy-shaper dengan memanfaatkan keunggulan komparatif yang dimiliki.

Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan bioenergi berbasis sawit dan biomassa, percepatan elektrifikasi, pembangunan PLTS skala besar, pengembangan CCS, hingga pemanfaatan teknologi nuklir sebagai pembangkit baseload rendah karbon dalam jangka panjang.

“Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi kekuatan energi bersih dunia. Yang kita perlukan sekarang adalah keberanian mengambil keputusan, konsistensi kebijakan, serta kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Eddy.

Eddy menegaskan ketahanan energi harus ditempatkan sebagai bagian integral dari ketahanan nasional.

"Sama seperti pangan dan pertahanan, energi merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan kedaulatan bangsa. Karena itu, agenda transisi energi harus dipercepat melalui kebijakan yang konsisten, dukungan investasi, penguasaan teknologi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Anggota Komisi XII DPR ini.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Prof. Danang Sri Hadmoko, Ketua Majelis Wali Amanat UGM Prof. Tumiran, Ketua Senat Akademik UGM Prof. Dr. Sulistiowati, Kepala Pusat Energi UGM Prof. Sarjiya, serta jajaran guru besar dan akademisi UGM dari berbagai disiplin ilmu yang bergerak di bidang energi, kelistrikan, teknologi, dan kebijakan publik. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dukung Pertumbuhan Bisnis & Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Perkuat Fondasi HSSE


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bobot Indeks 3 Bank Pelat Merah BBRI, BBNI, BMRI Turun di IDXBUMN20, Kenapa?
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dampak Komisi Turun jadi 8% ke Bisnis GoTo Gojek
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Banyak Kantor Tarik Karyawan, WFA Masih Jadi Andalan Industri Kreatif
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Pramono Ungkap Biang Kerok Proyek SDN Cipete Utara 01 Molor Hampir Setahun
• 9 jam laludetik.com
thumb
Sinergi Tingkatkan Kualitas SDM di Kawasan Industri Dinilai Penting
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.