Jakarta, tvOnenews – Petinju Aziz Abdul dinyatakan bersalah karena menanduk petinju Inggris, Damar Thomas, pada ronde ketiga Commonwealth Games di Glasgow, Skotlandia.
Pria berusia 25 tahun itu pun menyebut bahwa rasisme berada di balik dirinya didiskualifikasi karena ditolak oleh presiden penyelenggara acara negara-negara persemakmuran Inggris tersebut.
Nama Aziz Abdul kian mencuat lantaran ia adalah cucu dari diktator Idi Amin yang memimpin Uganda pada 1971-1979.
Dirinya juga mengklaim para juri menentangnya karena ia adalah "orang Afrika berkulit hitam" dan, menjawab pertanyaan dari BBC Sport, menyebut Damar Thomas dengan menggunakan kata-kata rasis.
"Jika Anda menonton pertarungan-pertarungan sebelumnya di Inggris, petinju mereka banyak melakukan pelanggaran. Aku melayangkan pukulan keras padanya, tapi mereka tidak pernah menghitungnya. Bukannya menghitung, mereka malah mengurangi nilaiku. Saya orang Afrika berkulit hitam. Dia berada di tanah kelahirannya," ungkapnya, seperti dikutip dari BBC.
Presiden Commonwealth Sport, Donald Rukare, yang juga berasal dari Uganda, percaya bahwa setiap atlet diperlakukan secara adil dan tanpa diskriminasi.
"Kami inklusif. Itu adalah keputusan yang diambil di lapangan dan itu adalah sesuatu yang diucapkan dalam suasana yang panas," jelas dia.
Aziz Abdul, yang tidak pernah bertemu kakeknya Idi Amin karena meninggal dunia pada 2003 di pengasingan, sedang mengejar medali tinju Commonwealth Games pertama Uganda sejak Auckland, Selandia Baru, pada 1990 - sesuatu yang akan terjamin jika dirinya mengalahkan Damar Thomas.
Sebaliknya, ia diberi peringatan di dua ronde sebelumnya dan tertinggal di semua kartu penilaian juri.
"Yang bisa saya katakan hanyalah keputusan ini tidak tepat, saya tidak senang. Dia menyikutku. Dia mengenai kepalaku dengan sikunya. Gerakan kepala itu tidak disengaja. Aku mencoba membalas. Bagaimana mungkin aku menanduk seseorang? Aku tidak akan melakukannya," papar Aziz Abdul.
"Dia adalah orang yang mereka inginkan untuk menang. Dia adalah pemenang sebelumnya. Saya tahu jika saya tidak mendapatkan KO, saya tidak bisa memenangkan pertarungan," lanjutnya.
Donald Rukare mengemukakan kemungkinan Abdul akan menghadapi hukuman dari tim Uganda.




