Jakarta IP Market 2026 Bidik Kolaborasi Global, Dorong IP Lokal Tembus Pasar Komersial

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Jakarta IP Market 2026 kembali digelar dengan target memperkuat ekosistem kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) sekaligus membuka peluang kolaborasi antara kreator lokal dan pelaku industri dari dalam maupun luar negeri.

Chairman Jakarta IP Market, Mochtar Sarman, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi kedua yang menghadirkan 28 eksibitor dengan total 66 IP lokal dan mancanegara.

Selain itu, acara tersebut juga diramaikan oleh puluhan pembicara dari kalangan pelaku industri kreatif, baik lokal maupun mancanegara.

BACA JUGA:Harga Termurah The All-New Seltos di GIIAS 2026 Tembus Rp359 juta, Intip Spesifikasinya!

Menurut Mochtar, konsep business to business (B2B) yang diusung dalam Jakarta IP Market bertujuan mempertemukan kreator dengan berbagai mitra potensial, mulai dari perusahaan ritel, pusat perbelanjaan hingga pemilik merek.

"Kami berharap kreator-kreator lokal bisa mendapatkan kerja sama dengan berbagai industri sehingga IP yang mereka miliki bisa dikomersialkan," ujarnya.

Tak hanya menjadi ajang bisnis, Jakarta IP Market juga menghadirkan berbagai sesi diskusi yang membahas strategi membangun IP.

Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk mengembangkan kolaborasi hingga berbagi pengalaman dari para pelaku industri kreatif sekaligus memperluas jaringan melalui exhibition, business matching, dan forum diskusi.

Mochtar berharap pertemuan antara IP lokal dan IP internasional dapat membuka peluang lahirnya kolaborasi baru yang menghasilkan karya-karya kreatif dengan daya saing global.

BACA JUGA:Pemprov DKI Bebaskan Lahan 40 Hektare di Banten, Khusus untuk Pengelolaan Sampah Organik

Dalam proses pemilihan peserta, Jakarta IP Market menerapkan kurasi terhadap kreator yang akan tampil. 

Namun, karena acara diselenggarakan di Jakarta, penyelenggara lebih memprioritaskan kreator yang berasal dari ibu kota.

Terkait target transaksi, Mochtar menilai bisnis IP memiliki karakter berbeda dengan sektor lain karena proses kerja sama tidak terjadi secara instan.

"Kalau IP itu bukan transaksi yang langsung selesai di tempat. Ini proses. Yang kami harapkan adalah kolaborasi yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya, terutama antara IP lokal dan IP luar negeri," jelasnya.

Melalui penyelenggaraan Jakarta IP Market 2026, ia berharap banyak IP lokal yang mampu menjalin kemitraan strategis dan memperluas peluang komersialisasi di pasar nasional maupun internasional.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PERSI Jatim Dukung Peningkatan Mutu Rumah Sakit, Minta Akreditasi Tak Semata Diukur dari Angka Kesembuhan
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Resmikan Stasiun Semarang Tawang, Presiden Prabowo Ajak Masyarakat Jaga Warisan Sejarah Bangsa
• 4 jam laludisway.id
thumb
BGN Ungkap Alasan Tunggakan Rp 1,6 Triliun Mitra MBG Belum Dibayar
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Istri Satpam yang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Curhat ke Dedi Mulyadi, Ungkap Obrolan Terakhir dengan Sang Suami
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Kisah Para Pasien Gagal Ginjal Menjaga Hidup di Ruang Hemodialisis
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.