VIVA – Gelombang penolakan terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino membentuk perusahaan komersial untuk mengelola aset Piala Dunia terus meluas. Setelah UEFA menyuarakan keberatan secara terbuka, kini kritik juga datang dari Perdana Menteri (PM) Inggris, Andy Burnham, yang menilai sepak bola bukan komoditas yang bisa diperdagangkan kepada investor.
Kontroversi bermula dari proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah entitas komersial yang disiapkan untuk mengelola berbagai hak bisnis turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.
Perusahaan tersebut disebut memiliki valuasi awal mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp362 triliun. FIFA berencana menggandeng investor swasta, termasuk perusahaan investasi Thrive Eternal milik Joshua Kushner, untuk mengembangkan nilai komersial kompetisi yang selama ini berada di bawah naungannya.
Dana yang berhasil dihimpun nantinya diklaim akan digunakan untuk memperbesar anggaran pengembangan sepak bola bagi 211 asosiasi anggota FIFA melalui program FIFA Forward.
- REUTERS/Jennifer Gauthier
Namun, rencana itu justru memicu kekhawatiran banyak pihak. UEFA menjadi organisasi pertama yang melontarkan kritik keras karena menilai FIFA telah melampaui batas dalam mengelola sepak bola dunia.
Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan bahwa sepak bola bukan aset bisnis yang bisa diperjualbelikan.
"Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan," tegas UEFA.
Organisasi sepak bola Eropa itu juga mempertanyakan minimnya transparansi mengenai siapa yang nantinya akan memperoleh keuntungan dari skema investasi tersebut.
Tak berhenti di situ, UEFA mengungkap adanya penolakan yang terus berkembang setelah berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan di dunia sepak bola, mulai dari liga, klub, pemain hingga suporter.
Mereka bahkan menyoroti adanya tenggat waktu yang diberikan FIFA kepada asosiasi anggota untuk mendukung proposal tersebut. Menurut UEFA, pendekatan itu justru memperkuat kesan bahwa proyek tersebut lebih mengutamakan kepentingan bisnis dibanding masa depan sepak bola.
PM Inggris Andy Burnham: Piala Dunia Bukan Barang DaganganPenolakan juga datang dari Inggris. Andy Burnham yang dikenal sebagai pendukung Everton menilai Piala Dunia tidak boleh diperlakukan layaknya produk komersial yang dapat dijual kepada investor.





