Kebakaran hutan yang melanda Pulau Kreta, Yunani, memaksa ratusan wisatawan dan warga dievakuasi dari sejumlah kawasan wisata pada Kamis (30/7/2026). Para wisatawan yang selamat menggambarkan pengalaman mereka sebagai momen yang mencekam setelah harus meninggalkan lokasi melalui jalur darat maupun laut. (REUTERS/Stringer)
2/6Ratusan orang dievakuasi dari sembilan permukiman dan desa di wilayah Rethymno, termasuk destinasi wisata populer Agia Galini. Evakuasi dilakukan menggunakan kapal penjaga pantai dan kendaraan darat, sementara para pengungsi ditampung di gedung-gedung publik maupun hotel di wilayah lain di Pulau Kreta. (REUTERS/Stringer)
Sebagian besar wisatawan menghabiskan malam di sebuah gimnasium di Kota Moires yang telah disiapkan dengan tempat tidur lipat, makanan, dan bantuan dari Palang Merah Yunani. (REUTERS/Stringer)
4/6Wisatawan asal Inggris, Peter Wood, yang menginap di Agia Galini, mengaku melihat kobaran api di perbukitan di atas desa sebelum aparat memerintahkan seluruh orang untuk segera mengungsi. "Itu menakutkan. Kami bisa melihat kobaran api di perbukitan di atas desa, dan polisi serta petugas pemadam kebakaran hanya menyuruh semua orang untuk segera pergi," ujarnya. (REUTERS/Elias Marcou)
Hingga Kamis, lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran dengan dukungan puluhan mobil pemadam serta pesawat pengebom air masih berupaya mengendalikan kebakaran yang telah merusak lahan pertanian, kebun zaitun, dan sejumlah rumah. (REUTERS/Stefanos Rapanis)
6/6Angin kencang terus menyulitkan proses pemadaman. Sehari sebelumnya, Rabu (29/7/2026), dua petugas pemadam kebakaran tewas saat memadamkan api di Kreta, sementara seorang petugas lainnya meninggal dalam operasi pemadaman kebakaran di daratan utama Yunani. (REUTERS/Stefanos Rapanis)




