VIVA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan dukungan terhadap rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, soal penjualan saham Piala Dunia. Rencana ini akan memberikan tambahan dana signifikan kepada sepak bola Indonesia.
FIFA merilis pernyataan yang mencuri perhatian publik pada Selasa (28/7/2026) lalu. Infantino menyatakan bahwa mereka berniat untuk menjual saham minoritas Piala Dunia kepada investor swasta.
Yang dijual adalah sekitar 4,2 miliar dolar Amerika Serikat (Rp76 triliun). Rencana ini mendapatkan penentangan keras dari sejumlah pihak, terutama Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA).
Namun, Infantino kemudian dilaporkan memberikan waktu 53 hari kepada 211 anggota FIFA untuk memberikan dukungan kepadanya atau tidak. Itu berarti PSSI juga termasuk dalam anggota yang ditawarkan.
Berdasarkan laporan dari Independent, mereka yang mendukung akan mendapatkan 30 juta dolar AS (Rp542 miliar). Dana itu juga bisa diberikan kepada PSSI jika memberikan dukungan rencana FIFA.
“Gianni Infantino telah memberi tahu para kepala dari 211 asosiasi anggota FIFA bahwa mereka bisa kehilangan pembayaran sebesar $30 juta jika mereka tidak mendukung rencananya untuk menjual saham di Piala Dunia, dan memberi mereka waktu hanya 53 hari untuk memutuskan,” tulis Independent.
Laporan dari Sky News menyatakan bahwa dana yang dicairkan adalah 40 juta dolar AS. Itu artinya PSSI bisa mendapatkan sekitar Rp721 miliar dari keputusan FIFA ini.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, pun sudah menyampaikan sikapnya. PSSI akan mendukung rencana FIFA karena sepak bola Indonesia memerlukan pendanaan untuk terus berkembang.
“Sepak bola Indonesia telah bertransformasi dalam tiga tahun terakhir. Itu telah dibersihkan. Ranking tim nasional telah meningkat dari 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi, timnas membutuhkan pendanaan,” kata Erick kepada Sky News.
Dilaporkan oleh Sky, Erick mengindikasikan bahwa sudah ada banyak federasi yang mengambil tindakan serupa dengan menjual kompetisi domestik kepada investor swasta.
“Jika anggota FIFA menyetujuinya, maka itu menunjukkan bahwa ada tuntutan agar kesepakatan ini terlaksana,” tambah Erick.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sendiri sudah menyatakan sikapnya soal ini. Mereka tidak menentang seperti UEFA, namun menyayangkan karena sebelumnya tidak diberi tahu.





