Raksasa energi Inggris, Shell, mengatakan bahwa laba bersihnya meningkat tiga kali lipat pada kuartal II-2026.
IDXChannel - Raksasa energi Inggris, Shell, mengatakan bahwa laba bersihnya meningkat tiga kali lipat pada kuartal II-2026, karena perang di Timur Tengah menyebabkan harga minyak melonjak.
Laba setelah pajak mencapai USD10,8 miliar atau sekitar Rp195 triliun pada April-Juni 2026, dibandingkan dengan USD3,6 miliar pada kuartal II-2025.
Dilansir dari AFP pada Jumat (31/7/2026), Perusahaan energi besar mendapat keuntungan dari perdagangan energi karena harga minyak dan gas berjangka meningkat signifikan.
Pada Kamis, harga minyak mentah berjangka tetap jauh di atas level sebelum perang.
"Kinerja operasional Shell memungkinkan hasil yang sangat kuat selama kuartal yang penuh gangguan di pasar energi global," kata CEO Shell Wael Sawan.
Pendapatan Shell melonjak 45 persen menjadi USD 96,4 miliar pada kuartal II-2025 secara tahun-ke-tahun.
Shell menambahkan bahwa pembelian kembali saham terbarunya akan mengembalikan USD3 miliar kepada para pemegang saham.
Setelah rilis kinerja perusahaan tersebut, harga saham Shell naik 1,6 persen pada perdagangan awal di indeks FTSE 100 London, yang secara keseluruhan naik 0,6 persen. (Wahyu Dwi Anggoro)





