Kisah Abner, Pemuda TTS Mengubah Nasib Pasca Jokowi Bangun Bendungan Temef di NTT

cumicumi.com
3 jam lalu
Cover Berita
































Namanya Abner. Usianya masih belia, kisaran 20-an tahun. Kami bertemu di Pantai Oesina saat meninjau persiapan lokasi kunjungan Jokowi ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Pantai Oesina dengan segala keindahannya adalah titik pertama yang akan didatangi Jokowi dalam rangkaian kunjungan 3 hari ke NTT.

Bersama seorang temannya, Abner datang dari sebuah kampung di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Ia harus menempuh perjalanan sekitar 4 jam untuk sampai ke Kupang, Ibu Kota Propinsi NTT, lalu menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam untuk sampai ke Pantai Oesina.

Di Oesina Abner terlihat begitu antusias bergabung dengan warga lokal dan sejumlah relawan yang sibuk mendandani Oesina untuk menyambut kedatangan Jokowi. Melihat kami memasuki arena acara, Abner menyapa dengan ramah dan penuh kehangatan.

Kami pun terlibat dalam obrolan, mulai dari hal sepele dan basa-basi hingga hal-hal serius terkait kedatangan Jokowi di NTT. Abner dengan semangat kemudian mengungkapkan perasaan kagumnya pada Presiden ketujuh Republik Indonesia itu.

"Buat saya, Bapak Jokowi adalah sosok pemimpin yang sangat peduli pada masyarakat NTT," ungkapnya dengan penuh semangat.

Seperti sebagian besar masyarakat NTT, Abner mengaku tidak akan pernah melupakan jasa-jasa Jokowi selama 10 tahun menjadi Presiden. Salah satu jasa baik Jokowi yang membekas di hatinya adalah pembangunan Bendungan Temef di TTS yang mencakup dua desa yakni, Desa Oenino dan Pene Utara.

"Bapak Jokowi tahu betul wilayah kami tandus dan membutuhkan banyak air. Dia datang dan memberi solusi dengan membangun bendungan yang berfungsi menampun air pada musim hujan, selain membendung air sungai Benanain," kata Abner.

Berkat pengaturan air melalui Bendungan Temef, Abner dan masyarakat di kampungnya kini bisa menjalankan usaha pertanian sayur mayur di tanah yang dulu tidak begitu produktif. Abner sendiri memanfaatkan lahan miliknya dengan menanam ribuan sayur sawi yang dipanen setiap tiga bulan.

"Dulu saya hanya bisa menanam sayur pada musim tertentu karena pasokan air tidak memadai. Setelah ada bendungan Temef saya bisa menanam sayur setiap dua atau tiga bulan. Setiap panen saya jual ke pasar dan hasilnya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga," ujar pemuda yang datang ke Kupang sebagai bentuk terima kasihnya kepada Jokowi.

Abner menegaskan Jokowi memiliki tempat istimewah di hati masyarakat NTT karena selama pemerintahannya, ia benar-benar peduli dan tulus membangun NTT. Abner, seperti juga masyarakat di kampungnya, tidak peduli dengan narasi-narasi politik yang menyudutkan Jokowi. (vibes)



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Negara Eropa Ini Membutuhkan Pekerja Terampil dari Indonesia
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tabungan Negara Susut Rp19,2 T di 2025, Dipakai Buat Apa Saja?
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Warga Taat Bayar Pajak Motor di Babel Dapat Hadiah Logam Mulia
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IPR Apresiasi Langkah Berani Jaksa Agung dalam Merespons Kasus Febrie
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Laga Timnas Indonesia Vs Timor Leste Berpotensi Panas, Jordi Amat Kirim Pesan Menyejukkan
• 6 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.