Jakarta, ERANASIONAL.COM – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengonfirmasi telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait maraknya pelaksanaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah.
Menurutnya, upaya mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah kini menjadi fokus perhatian bersama antara pemerintah pusat dan lembaga terkait.
Tito menjamin Kementerian Dalam Negeri akan mempererat kerja sama dengan KPK guna meningkatkan sistem pencegahan, termasuk merencanakan serangkaian kegiatan penyuluhan langsung ke lapangan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.
Sepanjang periode tahun 2025 hingga 29 Juli 2026, tercatat sebanyak 17 kepala daerah hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK melalui skema OTT.
Kasus terbaru terjadi pada 29 Juli 2026, di mana Bupati Pemalang Anom Widiyantoro tertangkap tangan dalam operasi tersebut.
Setelah menghadiri kegiatan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (30/7/2026), Tito menyampaikan bahwa Presiden memberikan dukungan penuh terhadap setiap langkah penindakan korupsi yang dijalankan.
“Terhadap upaya pemberantasan korupsi, beliau (Presiden) senantiasa memberikan dukungan penuh,” ujar Tito di lokasi kegiatan tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah berulang kali mengingatkan seluruh pejabat negara, termasuk para pemimpin daerah, untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan wewenang dan tindak pidana korupsi.
Tito berpendapat diperlukan program pembinaan atau pelatihan khusus guna memperkuat kompetensi calon kepala daerah sebelum mereka dilantik secara resmi.
Sebagai contoh, banyak calon pemimpin daerah yang berasal dari latar belakang profesi beragam seperti seniman, pengusaha, maupun bidang pekerjaan lainnya, sehingga membutuhkan bekal pemahaman yang memadai mengenai tata kelola pemerintahan yang baik.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara Kementerian Dalam Negeri dan KPK akan terus ditingkatkan guna mencegah kasus serupa terjadi kembali di masa mendatang.
“Merespons maraknya operasi tangkap tangan ini, saya sudah melakukan pembicaraan dan pertemuan langsung dengan jajaran KPK. Mulai Minggu depan, kami akan turun ke sepuluh wilayah berbeda untuk melakukan sosialisasi dan pengawalan bersama,” tegasnya. []





