Proyek Sentra Ketahanan Pangan DKI di Ciangir Dibangun November 2026

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek pengembangan sentra ketahanan pangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai dibangun November 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan nilai investasi sentra ketahanan pangan hampir Rp 1 triliun.

"Tempat ini segera akan dibangun kurang lebih mulai bulan November dengan total investasi hampir Rp 1 triliun," kata Pramono saat meninjau langsung lokasi tersebut pada Jumat (31/7/2026).

Baca juga: Lahan Ciangir Bukan Pengganti TPS Bantargebang, Pramono: Ini Tempat Ketahanan Pangan

Dia mengungkapkan bahwa sumber dana proyek tersebut tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi.

"Tentunya dananya adalah Dharma Jaya sendiri. Sedangkan untuk KPKP dan LH, dananya adalah dari SP3L (Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lahan) dan KLB (Koefisien Lantai Bangunan)," ungkap dia.

Menurut dia, skema tersebut justru membuat proyek bisa segera dikerjakan tanpa harus menunggu pengesahan APBD baru.

"Karena menjadi prioritas, sehingga dengan demikian untuk SP3L maupun KLB yang kita bisa collect dananya tidak semuanya untuk membangun di dalam Pemerintah Jakarta, termasuk di tempat ini. Dan ini saya yakin akan memberikan dampak manfaat yang sangat positif bagi Jakarta dan Banten," ujar dia.

Baca juga: Kurangi Sampah Bantargebang, Pramono Siapkan Lahan 40 Hektare di Ciangir untuk Sampah Organik

Lahan yang dikembangkan memiliki luas hampir 100 hektare.

Dari total luas tersebut, sekitar 40 hektare akan dimanfaatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan 20 hektar dikelola Dharma Jaya.

Sementara itu, sebagian lainnya diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk dijadikan lokasi lembaga pemasyarakatan.

Dia menjelaskan, lahan itu akan dikembangkan untuk peternakan sapi, ayam, perikanan, hingga pertanian seperti jagung dan padi.

Sementara itu, pengembangan lahan yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), serta Badan Aset diminta dimulai paling lambat awal September.

Baca juga: Pramono Akhiri Rencana Gedung 20 Lantai di SDN Cipete Utara

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Nantinya, pengembangan ketahanan pangan di lokasi tersebut juga akan memanfaatkan pupuk dan pakan hasil pengolahan sampah organik dari Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Jakarta.

"Pupuk hasil dari TPS3R yang ada di Jakarta yang kemarin teman-teman juga ikut melihat salah satunya yang ada di Menteng Atas," ucap Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Jaksa Agung-Kapolri dan Kapolda-Kajati Rukun, Semuanya Baik...
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Kenapa KA Taksaka Disebut Anak Emas PT KAI
• 19 menit laluliputan6.com
thumb
Lebih dari 10 Klub Siap Ganti Nama dan Kandang, PSSI Bakal Bahas Perubahan Besar
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Potret Petaka di Negeri Para Dewa, Wisatawan Kabur-Warga Dievakuasi
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Balrog Akhirnya Bicara di The Lord of the Rings: The Rings of Power Season 3
• 44 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.