Pram-Andra Soni Tinjau Lahan DKI di Ciangir, Pastikan Bukan Tempat Sampah

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7).

Dalam kunjungan itu, Pramono dan Andra Soni melihat fasilitas Pusat Olahan Organik (POO) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Ciangir. Mereka meninjau pengolahan sampah organik dengan maggot, budidaya lele, peternakan bebek dan ayam, hingga peternakan sapi.

Pramono menjelaskan dari total hampir 100 hektare lahan yang dimiliki DKI Jakarta di Ciangir, sekitar 40 hektare akan dikelola Dinas Lingkungan Hidup (LH), 20 hektare oleh BUMD Dharma Jaya, sementara sebagian lainnya digunakan sebagai kontribusi kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk kawasan lapas.

“Tempat ini sepenuhnya bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantar Gebang, sama sekali enggak. Tempat ini adalah tempat untuk pengembangan ketahanan pangan, apakah itu sapi, apakah itu ikan, apakah itu ayam, dan pertanian yang lebih luas tentunya jagung, padi, dan sebagainya,” kata Pramono kepada wartawan.

Pram mengatakan Dinas Lingkungan Hidup bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) diminta mulai menggarap kawasan pada September 2026.

“Saya meminta kepada Dinas LH yang bertanggung jawab bersama KPKP, saya minta untuk dimulai paling lama adalah awal September ini untuk mulai dikembangkan,” ujarnya.

Menurut Pramono, pengembangan kawasan ini akan memperkuat pasokan pangan Jakarta dan Banten. Sementara itu, Dharma Jaya akan membangun kawasan peternakan sapi dengan investasi hampir Rp 1 triliun yang ditargetkan mulai dikerjakan pada November mendatang.

Pram menyebut kawasan peternakan itu nantinya mampu menampung hingga 5 ribu ekor sapi untuk membantu menjaga pasokan daging di Jakarta.

Sampah Organik Diolah Jadi Pupuk, Ditargetkan Capai 1.000 Ton per Hari

Pramono menegaskan satu-satunya material yang akan dibawa ke kawasan Ciangir adalah pupuk hasil pengolahan sampah organik dari fasilitas TPS Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Jakarta, termasuk dari TPS3R Menteng Atas yang sebelumnya telah ditinjau.

Dengan skema itu, menurutnya, persoalan sampah di Jakarta tetap ditangani dari hulu melalui pengolahan, sementara hasil akhirnya dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan di Ciangir.

“Yang akan dibawa ke sini nantinya adalah pupuknya, pupuk hasil dari TPS3R yang ada di Jakarta yang kemarin teman-teman juga ikut melihat salah satunya yang ada di Menteng Atas. Maka dengan demikian penanganan persoalan persampahan tetap dilakukan secara menyeluruh dan tempat ini bukan tempat untuk sampah,” ujar Pramono.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin menjelaskan pengiriman pupuk organik akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal volumenya di bawah 50 ton per hari, kemudian meningkat menjadi 200 ton per hari, hingga pada kapasitas maksimal mencapai 1.000 ton per hari.

“Izin Pak Gubernur, untuk tahap awal karena terkait dengan adanya izin lingkungan, mungkin kita baru akan dimulai di bawah 50 ton dulu per hari. Tapi rencananya mungkin secara bertahap menuju ke 200 ton. Tapi nanti akhirnya mungkin sampai 1.000 ton,” kata Dudi.

Pram Minta Warga Lokal Diprioritaskan Jadi Pekerja

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga meminta seluruh proyek pengembangan kawasan ketahanan pangan di Ciangir mengutamakan tenaga kerja dari masyarakat sekitar agar manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan warga.

Ia telah menginstruksikan Dinas LH, KPKP, serta Dharma Jaya untuk memberdayakan warga lokal dalam proses pembangunan maupun operasional kawasan.

“Saya minta untuk menggunakan tenaga lokal di tempat ini sehingga tidak menjadi isu bagi masyarakat yang ada,” kata Pramono.

Secara khusus, ia meminta warga sekitar diprioritaskan untuk mendukung pengembangan kawasan peternakan sapi terintegrasi yang akan menjadi salah satu proyek utama di lahan tersebut.

“Sepenuhnya sebisa mungkin warga lokal yang diberdayakan. Terutama untuk ketahanan pangan untuk sapi yang terintegrasi yang sekarang ini akan kita lakukan di tempat ini,” ujarnya.

Pramono memperkirakan proyek yang dikelola BUMD tersebut dapat menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Sementara kebutuhan tenaga kerja pada area yang dikelola Dinas LH dan KPKP masih dalam tahap perhitungan.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik pengembangan aset DKI Jakarta di wilayah Banten. Menurutnya, proyek tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua daerah, termasuk masyarakat sekitar.

“Kami sangat berterima kasih karena memilih lokasi di Provinsi Banten dan kami yakin segala niat baik yang direncanakan oleh Pak Gubernur ini pasti akan bermanfaat bagi kita semua, bagi warga Banten, bagi warga sekitar, dan tentunya bagi Indonesia,” ujar Andra.

Pram-Andra Soni Respons Keluhan Warga

Di sela-sela sesi tanya jawab, seorang warga Ciangir bernama Mahroni menyampaikan keluhan terkait dampak lalu lintas kendaraan proyek yang melintas di sekitar permukimannya. Ia mengaku rumahnya mengalami retak-retak dan kerap terdampak debu akibat aktivitas kendaraan besar.

“Pak Gubernur Jakarta & Banten ini kan lagi ada pembangunan ternak sapi. Jadi Pak, kami mohon sebagai warga Desa Ciangir khususnya yang kelewatan mobil-mobil besar, tolong Bapak tinjau lokasi rumah-rumah warga saya dan tetangga saya. Rumah saya kena debu, kedua retak-retak,” kata Mahroni kepada Pramono dan Andra Soni.

Menanggapi hal itu, Pramono langsung meminta Dharma Jaya dan dinas terkait mengecek kondisi rumah warga tersebut. Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang ikut mendampingi peninjauan di lapangan.

“Saya minta kepada Dharma Jaya maupun dinas terkait untuk mengecek tempatnya Pak Mahroni. Nanti saya minta didampingi oleh Ibu Wakil Bupati supaya dilihat yang ada,” ujar Pramono.

Andra Soni juga memastikan aspirasi warga akan menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan dampak yang ditimbulkan.

“Insyaallah niat yang dibawa oleh Pemerintah Jakarta ini baik. Saya meyakini manfaatnya pasti akan bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar,” kata Andra Soni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilot Malaysia Penyelundup 70.114 Butir Ekstasi Sudah Beraksi 3 Kali di Indonesia
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Gubernur Agustiar Sabran Bersama Kapolda dan Kabinda Pimpin Langsung Penanganan Karhutla Kalteng
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Meta Tantang OpenAI dan Google dalam Perebutan Pasar Agen AI Pribadi
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, BMKG Perluas Operasi Modifikasi Cuaca
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Harley-Davidson Bawa Dua Motor Edisi Terbatas ke GIIAS, Ini Keistimewaannya
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.