Tokoh-tokoh Yordania Serukan Pasukan AS Angkat Kaki!

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Amman -

Tokoh-tokoh berpengaruh, mulai dari tokoh politik hingga akademisi, di Yordania menyerukan agar pasukan asing keluar dari negara tersebut, yang diduga merujuk pada pasukan Amerika Serikat (AS). Para tokoh itu juga menyerukan pembatalan atau pembatasan perjanjian militer antara Yordania dan AS.

Seruan tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (31/7/2026), disampaikan oleh lebih dari 130 tokoh politik, akademisi, budaya, serikat buruh, dan tokoh etnis di Yordania yang merilis pernyataan bersama pekan lalu.

Dalam pernyataan bersama itu, para tokoh memperingatkan bahwa keberadaan pasukan asing telah mengekspose Yordania terhadap ancaman keamanan, politik, dan ekonomi, serta meningkatkan risiko negara itu terseret ke dalam perang regional yang tidak melibatkan kepentingan langsung mereka.

"Berdasarkan tanggung jawab nasional kami dan menyadari besarnya risiko yang dihadapi kawasan ini akibat eskalasi militer yang semakin meningkat, kami menuntut penarikan seluruh pasukan asing dari wilayah Yordania," demikian bunyi pernyataan bersama para tokoh Yordania tersebut.

Baca juga: Yordania Tembak Jatuh 5 Rudal Iran Usai Serangan Besar-besaran AS

Pernyataan itu menambahkan bahwa keberadaan pasukan asing di Yordania telah "meningkatkan kemungkinan negara kami terseret ke dalam konflik regional, di mana kami bukan bagian yang terlibat".

"Yordania bukan pihak yang terlibat dalam perang ini, dan rakyatnya tidak boleh menanggung akibatnya atau membayar harga atas kebijakan yang tidak melayani kepentingan tertinggi mereka," demikian pernyataan bersama tersebut.

Seruan tersebut muncul menyusul serangan rudal dan drone berulang kali oleh Iran terhadap fasilitas militer Yordania, yang menampung pasukan AS. Rentetan serangan Iran itu menyebabkan korban jiwa di pihak militer Amerika dan kerusakan pada aset militer.

Serangan-serangan tersebut memicu perdebatan publik soal apakah kehadiran militer AS telah menjadikan Yordania sebagai target serangan dalam eskalasi konflik AS dan Iran.




(nvc/ita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur Koster Minta Pembangunan di Kawasan Batur Wajib Koordinasi dengan Tokoh Adat
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
PLN Sulselrabar Resmikan HSSE Control Center
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Gelar GoSahl Roadshow di 4 Kota Besar, BPKH Limited Gandeng SAHL Group & Bank Muamalat
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Perluas Akses Pasar, SBM ITB dan Dekranasda Jabar Beri Pelatihan Marketing Berbasis AI bagi 50 UMKM
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
HUT ke-81 RI, Istana Gelar Doa Bersama hingga Pesta Rakyat
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.