Franco Baresi, legenda sekaligus mantan kapten AC Milan, meninggal dunia di usia 66 tahun. Klub AC Milan menyampaikan bahwa teladan dan integritas Baresi akan selalu terpatri dalam DNA klub.
“Milan berduka atas kepergian Franco Baresi. Teladan dan integritasnya akan selalu terpatri dalam DNA klub, sama seperti nomor punggung 6 ikoniknya,” tulis AC Milan di X, Jumat (31/7/2026).
AC Milan tidak menjelaskan secara rinci penyebab kematian Baresi. Ia sebelumnya menjalani operasi pengangkatan nodul paru-paru pada Agustus 2025.
“Butuh waktu agak lama bagi saya untuk memulihkan seluruh kekuatan,” ujar Baresi tak lama setelah operasi tersebut, seperti dikutip France24.
Franchino “Franco” Baresi lahir di Lombardia pada Mei 1960, dia bergabung dengan akademi AC Milan pada 1974, sebelum naik ke tim utama pada 1978 menjelang usianya yang ke-18.
Ia langsung menjadi pemain inti di usia 18 tahun dan dipercaya menjadi kapten pada usia 22, berkat teknik, antisipasi, dan kemampuan tekelnya yang mumpuni, ditambah kualitas kepemimpinan yang menonjol.
Bersama Paolo Maldini, Mauro Tassotti, dan Alessandro Costacurta, Baresi membentuk lini pertahanan yang ditakuti oleh setiap penyerang di Eropa.
Laporan BBC menyebutkan, Baresi menghabiskan seluruh 20 tahun kariernya bersama AC Milan, terhitung sejak 1977 hingga pensiun pada 1997, dengan koleksi enam gelar Serie A serta tiga trofi Piala/Liga Champions Eropa.
Dianggap sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa, Baresi mengenakan ban kapten AC Milan selama 15 musim, tampil sebanyak 719 kali, dan mencetak 33 gol sepanjang kariernya bersama klub berjuluk Rossoneri tersebut.
Di level internasional, ia juga tampil sebanyak 81 kali bersama Timnas Italia dan menjadi bagian dari skuad juara Piala Dunia 1982. Baresi turut bermain di partai final Piala Dunia 1994, saat Italia kalah dari Brasil.
Pada 2020, Baresi diangkat menjadi Wakil Presiden Kehormatan AC Milan. Empat tahun berselang, klub secara resmi memensiunkan nomor punggung 6 miliknya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.
Baresi sempat menjalani operasi pengangkatan nodul paru-paru pada Agustus 2025. Penampilan publiknya yang terakhir tercatat di Stadion San Siro, saat menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina pada Februari lalu.(iss)




