Tuban (beritajatim.com) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban telah dimulai. Sebanyak 256 siswa dari Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro hari ini beradaptasi dengan lingkungan pendidikan berasrama.
Oleh karena itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky berpesan bahwa selain menjadi tempat belajar, Sekolah Rakyat harus menjadi ruang pembaruan bagi siswa dari beragam latar belakang. Sehingga, MPLS harus menjadi bekal bagi para siswa untuk tumbuh dan berkembang di masa depan.
“Saya bersyukur, karena mengubah budaya atau mindset masyarakat itu bukan hal yang mudah. Sehingga seluruh pihak yang saat ini bergandengan tangan sudah sangat luar biasa, bekerja pagi dan malam untuk meyakinkan orang tua siswa agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang sangat luar biasa,” tutur Mas Lindra, sapaan akrab Bupati Tuban, Jumat (31/7/2026).
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban menempati gedung permanen di Jalan Mondokan, Tuban, yang menampung siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dari Kabupaten Tuban. Selain itu, sebanyak 60 siswa SMA dari Kabupaten Bojonegoro juga bergabung untuk satu tahun ke depan sehingga total peserta didik mencapai 256 siswa.
“Kehadiran Sekolah Rakyat ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang mendampingi dan memberikan pemahaman kepada keluarga calon siswa mengenai pendidikan berasrama,” imbuhnya.
Selain itu, Mas Lindra juga menyampaikan para orang tua tidak perlu khawatir, karena para siswa memperoleh fasilitas pendidikan dan kebutuhan harian yang ditanggung negara selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Kalau teman-teman ingin tahu, kita tahu bersama ini semuanya ditanggung oleh negara. Mulai dari apa yang mereka kenakan, sampai bahkan mereka mendapatkan konsumsi sehari tiga kali,” bebernya.
Termasuk ada tambahan snack dan seterusnya. Artinya, Bapak Presiden bukan hanya meningkatkan pendidikan, tetapi juga memperbaiki gizi. Dengan harapan, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi menjadi bekal bagi para siswa untuk tumbuh kembangnya.
“Yang paling penting, di sini juga bisa mencerminkan ‘Nusantara’-nya. Bagaimana semua membaur tanpa melihat latar belakang sesuatu. Sehingga pilot project Sekolah Rakyat Terintegrasi dari inisiasi Bapak Presiden ini adalah solusi yang terbaik untuk meningkatkan potensi-potensi dalam menyongsong Generasi Emas 2045,” pungkasnya. [dya/kun]




