Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Klaten, Tradisi Leluhur yang Hidupkan Ekonomi Masyarakat

disway.id
12 jam lalu
Cover Berita

KLATEN, DISWAY.ID - Pada zaman modern yang sudah terdampak digitalisasi, tradisi dan budaya harus tetap dipegang teguh oleh masing-masing anak bangsa, agar identitas serta jati diri bangsa Indonesia ini juga tetap bertahan tidak tergerus zaman.

Tradisi mengajarkan bahwa budaya tidak boleh hanya menjadi kenangan, namun harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Salah satu tradisi budaya yang masih dilakukan secara turun-temurun sampai sekarang adalah Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Eyang Kiai Ageng Gribig.

BACA JUGA:Berkah Jadi Pegawai SPPG, Alasan Zuharni Beri Nama Bayinya 'MBG': Saking Bersyukurnya!

Tradisi penyebaran penganan yang terbuat dari tepung beras tersebut bermula dari Kiai Ageng Gribig dan menjadi metode yang praktis dalam menyiarkan Islam di tanah Jawa. Bernama asli Syekh Wasibagno Timur, Kiai Ageng Gribig merupakan ulama besar yang gigih mensyiarkan ajaran Islam di tanah Jawa dan dikenal masih keturunan dari Raja Majapahit, Brawijaya V.

“Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat kembali berkumpul dalam puncak acara Grebeg Ageng Saparan Andum Apem YaaQawiyyu Kiai Ageng Gribig Jatinom, dalam keadaan sehat walafiat,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Jumat, 31 Juli 2026.

Tahun ini penyelenggaraan Grebeg Saparan mengangkat tema “Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti” yang mengingatkan setiap orang bahwa setinggi apa pun kedudukan, ilmu, maupun pencapaian manusia, semuanya harus dilandasi rasa tawakal, rendah hati, serta kepercayaan penuh kepada Allah SWT.

BACA JUGA:Mau Ikut Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka? Pemerintah Siapkan War Tiket

Tema ini sangat selaras dengan keteladanan Kiai Ageng Gribig yang berdakwah dengan kelembutan, kebijaksanaan, dan keikhlasan.

Rangkaian kegiatan Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig tahun ini diawali pada 16 Juli 2026 dengan Ambuko Songsong Winadi sebagai pertanda masuknya tanggal 1 Safar.

Kegiatan dilanjutkan dengan Semakan Al Qur'an Bil Qhoib dan Khataman Al Qur'an pada 22 Juli 2026, dilanjutkan dengan Maulid Al Barzanji dan haul, disusul festival seni budaya selama satu minggu di sepanjang jalan raya Jatinom, Naji Kopi Malahad, Kirab Gunungan Apem dari kantor Kecamatan Jatinom menuju Masjid Gedhe Jatinom.

“Atas nama keluarga besar dzurriyah Kiai Ageng Gribig, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, para ulama, tokoh masyarakat, relawan, Pemda Klaten, aparat keamanan, dan seluruh warga yang telah menjaga serta melestarikan tradisi luhur ini dari generasi ke generasi. Setuju kalau tradisi ini dipertahankan 400 tahun lagi? Kalau setuju, ayo kita pertahankan 400 tahun lagi,” tegas Menko Airlangga.

BACA JUGA:Ramai Mal Dipasangi Pagar Tinggi, Muncul Spekulasi Keamanan, Mendag: Enggak Ada Kaitannya

Menurut Menko Airlangga, setiap tahunnya selalu bertambah pengunjung yang hadir. Pada hari ini diperkirakan sampai 50 ribu pengunjung yang hadir.

Melalui kesempatan ini, beliau juga sangat mengapresiasi masyarakat Kabupaten Klaten yang hingga saat ini turut berkontribusi dalam melanjutkan tradisi dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Sistem Pencegahan dan Perlindungan Korban TPPO
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Jadi Pasar Investasi Emas Terkuat di Dunia, Permintaan Melonjak 40 Persen
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Hasil Olahan Sampah Organik Jakarta Akan Digunakan Peternakan-Pertanian di Ciangir
• 14 jam lalukompas.com
thumb
BGN Duga Ada Oknum Lama yang Kirim Uang ke Rekening SPPG Anomali
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
MK Larang MBG Gunakan 20 Persen Alokasi Anggaran Pendidikan, Istana: Apapun Itu Kita Hormati
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.