Kadin Dorong MBG hingga Renovasi Rumah Lewat 4 Quick Wins

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengakselerasi kontribusi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi melalui empat program cepat (quick wins) yang dinilai memiliki dampak ekonomi besar.
 
Program tersebut mencakup dukungan terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia (PMI), hingga renovasi rumah tidak layak huni.
 
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan empat program tersebut disiapkan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto pada awal 2025. Menurut dia, seluruh kekuatan Kadin dikonsolidasikan untuk menjalankan program yang mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional.
 
"Kami sejak Bapak Presiden memberi arahan di awal 2025 langsung mengonsolidasikan segala macam kekuatan di Kadin dan meluncurkan empat quick wins. Alasannya, program-program ini kami lihat bisa mendongkrak perekonomian dan mempunyai dampak yang besar," ujar Anindya dalam Pertemuan Presiden RI dengan Pengusaha Kadin Pusat dan Daerah Seluruh Indonesia di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
 
Program pertama yang dijalankan Kadin adalah Satuan Tugas (Satgas) MBG Gotong Royong. Hingga kini, Kadin telah berkontribusi pada 866 dapur penyelenggara MBG, termasuk 128 dapur yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
 
Anindya menjelaskan dukungan terhadap program MBG didasarkan pada hasil riset UNICEF yang menunjukkan setiap investasi sebesar USD1 pada program gizi dapat menghasilkan efek berganda senilai USD3 hingga USD15 bagi perekonomian.
 
Menurut dia, program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi melalui rantai pasok pangan, logistik, dan pelibatan pelaku usaha lokal.
 

Baca Juga :

Kadin: Dunia Usaha Masuki Era "Perang Global", Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Ketahanan Ekonomi
  Beri dampak ekonomi jangka panjang  
Program kedua adalah Satgas Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Dalam implementasinya, Kadin mengusung kampanye "Health is the New Wealth" sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
 
Anindya mengatakan sektor kesehatan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp670 triliun. Ia menyebut setiap Rp1 yang diinvestasikan di sektor kesehatan berpotensi menghasilkan manfaat ekonomi sebesar Rp2 hingga Rp3.
 
"Health is the new wealth. Setiap satu rupiah yang dikeluarkan bisa menghasilkan dua sampai tiga rupiah," ungkap dia.
 
Quick win berikutnya difokuskan pada perlindungan sekaligus peningkatan kualitas pekerja migran Indonesia (PMI). Kadin menargetkan sebanyak 208 ribu PMI memperoleh sertifikasi dan pelatihan agar memiliki kompetensi yang lebih tinggi.
 
Anindya menilai peningkatan kualitas PMI akan memperkuat kontribusi devisa negara. Saat ini, devisa dari pekerja migran mencapai sekitar USD17,1 miliar dan menjadi penyumbang devisa terbesar keempat setelah besi baja, batu bara, dan kelapa sawit.
 
Program keempat ialah renovasi rumah tidak layak huni yang dinilai memiliki efek berganda terhadap sektor ekonomi. Menurut Anindya, sektor perumahan mampu menciptakan hingga 19 juta lapangan kerja sehingga menjadi salah satu sektor strategis untuk mendukung target pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah.


(Ilustrasi program makan bergizi gratis. Foto: MGN/Husni Nursyaf)
  Siap bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih  
Selain empat program tersebut, Kadin juga melihat peluang kolaborasi dengan program Koperasi Desa Merah Putih yang telah terbentuk di sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia.
 
Anindya mengatakan Kadin siap bersinergi melalui program sertifikasi, pelatihan, hingga penguatan aktivitas ekonomi dan perdagangan agar koperasi desa dapat berkembang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
 
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas partisipasi pelaku usaha di daerah dalam menjalankan berbagai program ekonomi pemerintah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
 
"Kami melihat ini (program Koperasi Desa Merah Putih), juga mempunyai kesempatan kerja sama antara pemerintah dan Kadin. Paling tidak di (program) sertifikasi dan pelatihan, syukur-syukur bisa dalam sisi ekonomi atau perdagangannya," tutur Anindya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakai Bukti Video! Ruben Onsu Bongkar Momen di Acara Balet Anak, Singgung Sosok Diduga Giorgio Antonio
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak Ada yang Ditutupi, Kepada Media Korea Megawati Hangestri Beberkan Penyebab Dirinya Mundur dari Timnas Indonesia
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Pasukan Indonesia Diisukan Bakal Terlibat Pelucutan Senjata Hamas
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Melihat Kasus 5 Bupati di Jateng yang Kena OTT KPK di Tahun 2026
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka Pilot Asing Pembawa 70 Ribu Ekstasi
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.