Terungkap, Sosok Misterius Pembawa Atlet Golf Jesslyn ke Semarang

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap identitas orang-orang yang membawa atlet golf putri Jesslyn Wijaya dari sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Penyidik memastikan empat hingga lima orang yang membawa Jesslyn tersebut bukan pelaku penculikan. Mereka diketahui datang atas permintaan ibu Jesslyn untuk mengantarkan putrinya ke Semarang.

Advertisement

BACA JUGA: Sempat Diisukan Diculik, Ini Jejak Jesslyn Wijaya dari Mangga Besar hingga Bangkok

“Kita sudah tahu. Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya. Ibunya Jesslyn yang suruh,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).

Menurut Roby, orang-orang tersebut diminta membawa Jesslyn dari Jakarta menuju Semarang. Di sana, Jesslyn kemudian bersama ibunya.

Perjalanan Jesslyn tak berhenti di Semarang. Ia selanjutnya terbang dari Bandara Ahmad Yani menuju Malaysia, lalu melanjutkan perjalanan ke Bangkok, Thailand. Ia mengatakan, Jesslyn pergi ke luar negeri bersama ibu dan bibinya.

Polisi juga mulai mendalami latar belakang peristiwa tersebut. Dugaan sementara mengarah pada persoalan keluarga terkait hubungan Jesslyn dengan pacar maupun teman-temannya.

“Kemungkinan adalah ketidaksetujuan dari orang tua Jesslyn terhadap Jesslyn yang melakukan komunikasi atau berhubungan dengan pacar atau kawan-kawannya,” ujar Roby.

Ketika ditanya apakah Jesslyn berusaha dipisahkan, Roby menjawab, “Iya," ujar dia.

Meski pihak yang meminta Jesslyn dibawa dari Jakarta telah diketahui, penyidik masih mendalami ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, hal itu bergantung pada keterangan Jesslyn. Penyidik perlu memastikan apakah ia pergi ke Semarang hingga melanjutkan perjalanan ke Bangkok atas kehendaknya sendiri atau karena adanya paksaan.

“Kalau memang ternyata dia tidak keberatan, kemudian ikut ke Semarang, kemudian sampai dengan Bangkok itu dengan kesadarannya sendiri dan tanpa paksaan, baik secara fisik maupun psikologi, itu tidak ada perbuatan pidananya,” jelas Roby.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Berencana Siapkan Hadiah Rp20 Miliar untuk Lima Kota Terbersih
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Setahun Sebelum Pandemi, Ilmuwan Militer PKT Mengirim Sampel Virus ke AS
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Prabowo: Bangsa yang Berhasil, Elitenya Bisa Kerja Sama
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Putusan MK: Dana Pendidikan dalam UU APBN Tidak Boleh Digunakan untuk MBG Setelah 2026
• 14 jam lalunarasi.tv
thumb
Sebentar Lagi, Ade Armando Sebut Sikap Roy Suryo Akan Berubah
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.