Presiden Prabowo Subianto menegaskan situasi geopolitik global masih sangat rawan akibat konflik yang terus berlangsung di berbagai kawasan. Menurutnya, perang Rusia-Ukraina kini telah berlangsung lebih lama dibandingkan Perang Dunia II dan berdampak langsung terhadap harga pangan maupun bahan bakar minyak (BBM) dunia.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Prabowo mengaku sejak awal pemerintahannya telah mengingatkan berbagai pihak mengenai potensi gejolak global.
"Saya sudah warning, hati-hati situasi dunia, situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan. Di mana-mana terjadi perang dahsyat," kata Prabowo.
Ia menyoroti perang Rusia-Ukraina yang menurutnya telah berlangsung lebih lama dibandingkan Perang Dunia II.
"Perang besar ini di Ukraina sudah lebih lama dari Perang Dunia Pertama. Mungkin akan lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga," ujarnya.
Prabowo menjelaskan Perang Dunia II berlangsung sekitar lima tahun, sedangkan perang Rusia-Ukraina yang dimulai pada 2022 kini telah memasuki tahun keenam.
"Perang Dunia Kedua mulai September 1939... habis pertengahan Mei 1945. Jadi lima tahun atau empat tahun setengah. Perang Ukraina mulai tahun 2022, 2023, 2024, 2025, sudah masuk 2026. Mungkin Perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga," tutur Prabowo.
Menurutnya, konflik tersebut telah memakan jutaan korban dan memberi dampak terhadap perekonomian global.
"Kita baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi kita punya pengaruh ke mana-mana, kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya," tandas dia.





