Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyerahkan penghargaan kepada SMK Koperasi Yogyakarta dalam Dialog Bisnis bertajuk Menyongsong Era Baru Koperasi yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY di Loman Park Hotel, Yogyakarta, Jumat (31/7).
Penghargaan diterima langsung Kepala SMK Koperasi Yogyakarta, Aris Budianto.
Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi Kadin DIY atas kontribusi SMK Koperasi Yogyakarta dalam pengembangan pendidikan perkoperasian.
Penyerahan dilakukan usai Sri Sultan menyampaikan pidato kunci yang menekankan pentingnya transformasi koperasi agar mampu menjadi penggerak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Dalam sambutannya, Sultan menegaskan koperasi harus mampu menjadi penentu pasar, bukan sekadar mengikuti pasar. Menurutnya, koperasi perlu memperkuat daya produksi, distribusi, daya saing, dan daya tawar melalui pemanfaatan teknologi digital serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Koperasi harus menjadi penentu pasar, bukan sekadar mengikuti pasar," kata Sultan HB X pada kesempatan tersebut, Jumat (31/7).
Kepala SMK Koperasi Yogyakarta Aris Budiyanto mengaku penghargaan tersebut memiliki makna yang mendalam bagi keluarga besar sekolah.
Menurutnya, apresiasi dari Kadin DIY seolah menghidupkan kembali cita-cita Bung Hatta yang menjadi penggagas lahirnya SMK Koperasi Yogyakarta.
"Kami sangat senang sekali tentunya, karena kami seperti menemukan kembali orang tua kita yang sudah lama hilang," ujar Aris usai menerima penghargaan, Jumat (31/7).
Aris menjelaskan SMK Koperasi berdiri pada 19 Juli 1958 atas Jawatan Koperasi dengan inisiasi Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta.
Kala itu, Bung Hatta melihat perkembangan koperasi di Yogyakarta sangat pesat sehingga diperlukan sekolah yang secara khusus mendidik kader-kader koperasi.
"Waktu itu tahun '50-an di Jogja koperasinya sangat bagus sekali. Beliau menginginkan ada sekolah yang fokus untuk mendidik kader-kader koperasi. Maka berdirilah SMK Koperasi itu," katanya.
Menurut Aris, hingga kini SMK Koperasi Yogyakarta tetap mempertahankan komitmennya mencetak sumber daya manusia untuk mengisi kebutuhan koperasi di Indonesia.
Saat ini sekolah tersebut memiliki lebih dari 300 siswa dengan empat program keahlian, yakni Akuntansi, Bisnis Digital, Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Usaha Layanan Pariwisata.
Sebagian besar lulusannya bekerja di dunia usaha, berwirausaha, maupun bergabung dengan koperasi.
Ia menilai keberadaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) juga menjadi peluang bagi lulusan SMK Koperasi untuk berkontribusi dalam pengembangan koperasi di berbagai daerah.
"Kami berharap bisa menyiapkan SDM-SDM yang unggul, tangguh, dan siap menghadapi kompetisi pada masa sekarang ini untuk bisa ikut masuk ke koperasi-koperasi dan mengembangkan koperasi-koperasi di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang III Kadin DIY Hermawan Ardiyanto mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah dan kontribusi SMK Koperasi Yogyakarta dalam pengembangan pendidikan koperasi.
Menurutnya, sekolah tersebut juga perlu kembali dikenalkan kepada masyarakat karena merupakan satu-satunya SMK Koperasi di Indonesia.
"Kami ingin masyarakat tahu bahwa Yogyakarta memiliki satu-satunya SMK Koperasi di Indonesia. Harapannya, sekolah ini terus mencetak manajer-manajer koperasi yang andal," kata Hermawan.
Ia mengatakan penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni. Kadin DIY akan menindaklanjuti melalui program pelatihan, pendidikan vokasi, magang, hingga dukungan fasilitas untuk memperkuat kapasitas lulusan SMK Koperasi agar mampu menjawab kebutuhan koperasi modern.





