Pengusaha Mal Ungkap Potensi Lonjakan Harga Barang pada Kuartal IV 2026, Ini Pemicunya

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan harga berbagai produk ritel mengalami kenaikan pada kuartal IV-2026.

Pengusaha Mal Ungkap Potensi Lonjakan Harga Barang pada Kuartal IV 2026, Ini Pemicunya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan harga berbagai produk ritel mengalami kenaikan pada kuartal IV-2026. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya biaya energi, logistik, harga bahan baku, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada biaya produksi, terutama untuk barang impor.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan potensi kenaikan harga diperkirakan mulai terasa menjelang musim belanja akhir tahun. Menurutnya, kuartal IV menjadi periode ketika peritel mulai mempersiapkan stok dalam jumlah besar untuk menghadapi Natal dan Tahun Baru yang kemudian disusul Imlek, Ramadan, dan Idulfitri pada awal 2027.

Baca Juga:
Harga Patokan Ekspor dan Referensi Emas Turun di Periode Awal Agustus 2026 

"Kuartal IV merupakan awal dari peak season kedua setelah Ramadan dan Idulfitri. Para peritel harus menyiapkan stok jauh-jauh hari untuk menghadapi Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Ramadan. Barang-barang tersebut diproduksi dengan biaya yang sudah meningkat karena harga energi, logistik, dan bahan baku naik," ujar Alphonzus saat ditemui di Kantor Kemendag, dikutip Jumat (31/7/2026).

Dia menjelaskan, kenaikan harga diperkirakan belum akan terlihat pada kuartal III karena sebagian besar pelaku ritel masih menjual stok lama yang diproduksi dengan biaya yang lebih rendah.

Baca Juga:
Kehadiran Mobil China Tingkatkan Persaingan di Inggris, Merek Lokal Pasang Harga Diskon

"Saya kira kuartal III teman-teman ritel masih memiliki stok lama, sehingga dampaknya belum terlalu terasa. Potensi kenaikan harga lebih besar terjadi pada kuartal IV ketika stok baru mulai masuk ke pasar," katanya.

Menurut Alphonzus, kenaikan biaya produksi akan berdampak pada hampir seluruh kategori produk. Kenaikan biaya logistik dan energi memengaruhi baik produk impor maupun produk yang diproduksi di dalam negeri.

Baca Juga:
Mayoritas Harga Pangan Naik Hari Ini, Cabai Melonjak Jadi Rp48.400 per Kg

"Kalau barang impor tentu lebih terdampak oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Tetapi produk dalam negeri juga akan mengalami tekanan karena biaya energi, logistik, dan bahan bakunya meningkat. Jadi hampir semua kategori produk berpotensi mengalami kenaikan harga," ujarnya.

Meski demikian, Alphonzus menegaskan kenaikan harga merupakan pilihan terakhir bagi pelaku usaha ritel. APPBI berharap pemerintah mampu mengendalikan berbagai faktor yang mendorong kenaikan biaya produksi sebelum memasuki kuartal IV sehingga kenaikan harga barang dapat ditekan.

"Kami berharap pemerintah bisa segera mengatasi situasi ini sehingga kenaikan harga bahan baku, biaya logistik, maupun biaya energi tidak berlanjut. Kalaupun nanti harga barang harus naik, kami berharap kenaikannya tidak signifikan," katanya.

Jika kenaikan biaya tidak dapat dihindari, lanjut Alphonzus, para peritel akan menerapkan berbagai strategi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Langkah yang disiapkan antara lain menggunakan bahan baku alternatif yang lebih murah, menghadirkan produk dengan ukuran kemasan yang lebih kecil, hingga memperbanyak program promosi.

"Teman-teman peritel akan mencari bahan baku alternatif yang lebih murah, membuat kemasan yang lebih kecil agar harga tetap terjangkau, serta memperkuat program promosi. Tujuannya agar masyarakat, terutama kelompok menengah bawah, tetap bisa membeli kebutuhan mereka meski terjadi penyesuaian harga," tuturnya.

Alphonzus juga menilai pemerintah perlu memprioritaskan upaya menjaga kondisi ekonomi domestik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sehingga stabilitas daya beli perlu dijaga.

"Sekitar 57 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang konsumsi dalam negeri. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kondisi dalam negeri tetap kondusif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat agar aktivitas konsumsi tetap terjaga," katanya.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRPT Cetak Laba Bersih USD190 Juta di Semester I, Turun 64 Persen
• 46 menit laluidxchannel.com
thumb
RS Regional Malino Bakal Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi di Kawasan Pegunungan
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Ben Affleck Menang 1 Juta Dolar di Celebrity Who Wants To Be A Millionaire, Seluruh Hadiah Disumbangkan
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bareskrim Tangkap Kurir 100 Gram Sabu saat Naik Bus di Tol Pekalongan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Desa Menjadi Zona Pengorbanan Proyek Transisi Energi
• 11 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.