Selama 12 tahun terakhir, nama Lafa Pratomo lebih sering hadir di balik karya musisi lain sebagai produser. Sosok Lafa bahkan acapkali menjadi menjadi alasan di balik karya besar sejumlah musisi Tanah Air.
Setelah 12 tahun berkarya, Lafa Pratomo untuk pertama kalinya menempatkan namanya di sampul sebuah proyek kolaboratif bertajuk Garis Tegak. Sebuah EP yang menjadi penanda perjalanan kreatifnya sekaligus refleksi atas kegelisahan hidup di tengah dunia yang penuh ketidakpastian.
Diproduksi bersama KithLabo - mitra strategis dalam pengembangan artis bagi musisi independen urban di Indonesia, Garis Tegak sekaligus merayakan dua tonggak perjalanan.
Pertama, 12 tahun Lafa Pratomo berkarya sebagai produser dan kedua, 6 tahun KithLabo membangun ruang kolaborasi bagi 12 musisi yang ia ajak berkolaborasi.
12 musisi itu ialah Feby Putri & Matter Mos, Nadhif Basalamah & Hursa, Bilal Indrajaya & The Jansen, Ari Lesmana & White Chorus, Isyana Sarasvati & Jason Ranti, serta Hindia & Banda Neira.
“EP yang terbaru yang akan rilis di tahun ini berjudul Garis Tegak. Terdiri dari 6 track dan melibatkan 12 musisi. Setiap lagu ada 2 musisi yang terlibat, 3 berarti, termasuk aku,” kata Lafa saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
“Jadi ini adalah EP yang kolaboratif. Apa ya, seperti taman bermain sih aku ngerasanya gitu ya. Seperti taman bermain, mengerjakan ini. Jadi ya, thank you to Kith-Labo sudah menyediakan taman bermain yang menyenangkan ini,” sambungnya.
Mengenal baik tiap musisi yang ia ajak berkolaborasi dalam EP ini, awalnya memunculkan keraguan bagi Lafa. Apalagi ia sadar betul ke-12 musisi memiliki warnanya masing-masing.
Namun, Lafa bersyukur tak ada halangan berarti dalam menggarap EP Garis Tegak.
“Nah, aku pikir itu sulit tadinya. Aku pikir, wah ini sulit nih gabungin ada banyak musisi gitu. Ternyata yang aku pikir sulit, ternyata enggak gitu, enggak sulit. Aku pikir begitu. Jadi, ya alhamdulillah sih sejauh ini semuanya mengalir dengan baik,” ucap Lafa.
“Semua proses kolaborasinya terjadi dengan seperti yang aku bayangkan. Jadi enggak ada kesulitan yang berat sih, alhamdulillah,” tambahnya.
Lafa Pratomo soal EP Garis TegakTerakhir, Lafa berharap EP pertamanya ini bisa mendapat tempat spesial di hati para penikmat musik tanah air.
“Harapannya Garis Tegak ini bisa didengarkan banyak-banyak ya. Tapi utamanya bagaimana message-nya bisa tetap nyampe dan bisa jadi teman sih. Untuk siapapun yang mendengarkannya dan yang berkenan untuk mendengarkannya,” kata Lafa.
Sebagai partner utama EP ini, KithLabo memandang “Garis Tegak” sebagai bentuk perwujudan dari komitmen untuk menghadirkan ruang kolaborasi yang memberi kebebasan bagi musisi untuk mengeksplorasi ide dan identitas kreatif.
“Bagi kami, ‘playground’ yang KithLabo hadirkan adalah sebuah ruang aman bagi para musisi untuk bisa bebas berekspresi dan bersuara setulus mungkin melalui karyanya. Di proyek EP Garis Tegak ini, keterlibatan kami adalah untuk memberdayakan, menghubungkan, dan mengangkat kolaborasi mereka secara holistik. Kami ingin memastikan karya ini terpromosikan dengan maksimal sehingga pesan dari ke-12 musisi ini benar-benar sampai dan beresonansi dengan pendengarnya,” ujar Ririe Cholid, Head of Artist Services Believe Indonesia.
Perjalanan menuju perilisan Garis Tegak akan dimulai melalui single pembuka Seperti Angka 8, kolaborasi Lafa Pratomo, Feby Putri, dan Matter Mos, yang akan dirilis di seluruh platform digital pada 4 Agustus 2026.
Video musik untuk single pembuka Seperti Angka 8 dijadwalkan tayang di YouTube pada 11 Agustus 2026, sepekan setelah lagu tersebut dirilis di platform digital.





